100 Orang Keluarga Tak Mampu Dapat Bantuan Iuran dari Baznas Wonosobo

Seratus orang dari 40 keluarga kurang mampu mendapatkan bantuan iuran bulanan BPJS Kesehatan dari Baznas Wonosobo, guna meringankan beban keluarga mereka.
BERIKAN KARTU BPJS : Pengurus Baznas Wonosobo memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada para penerima bantuan iuran di Pendapa Wakil Bupati Wonosobo, Rabu (20/2) lalu.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo mentasyarufkan dana zakat untuk jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan bagi 100 orang dari 40 keluarga yang ditunjuk. Ke 40 keluarga tersebut merupakan keluarga dari kategori kurang mampu, sehingga perlu mendapatkan bantuan iuran dari Baznas Wonosobo.

Pemberian kartu BPJS Kesehatan tersebut dilakukan Ketua Baznas Wonosobo, Supomo Ibnu Syahid, didampingi Ketua BPJS Kesehatan Kantor Wonosobo Prasetya Anang Baja, beserta jajaran pengurus Baznas Wonosobo lainya kepada para penerima secara langsung, di Pendapa Wakil Bupati Wonosobo, Rabu (20/2) pagi.

Supomo mengatakan, kegiatan ini merupakan program Baznas, dengan mentasyarufkan perolehan zakat, yang dihimpun dari pengumpulan zakat sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya Pegawai Pemerintah Kabupaten Wonosobo sebesar 2,5 persen dari gaji yang mereka peroleh tiap bulannya.

"Kenapa sebagian, karena belum semua PNS menyalurkan zakatnya melalui Baznas, sehingga saat ini baru bisa memberikan kartu BPJS sebanyak 100 orang," katanya.
Selain itu, menurut Supomo, Baznas juga mentasyarufkan dana zakat dan infaq kepada para pedagang kecil, marbot, guru diniyah, guru TPQ, kepedulian bencana alam, para duafa dan juga melalui program jambanisasi.

Dengan harapan pentasyarufan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Wonosobo.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut Kepala BPJS Kantor Kabupaten Wonosobo, Anang, mengucapkan terimakasih kepada Basnaz yang telah menyalurkan dana zakat dan infaq dengan mentasyarufkan melalui jaminan kesehatan BPJS.

Sementara Anang menyampaikan secara teknis penggunaan kartu tersebut secara detail. Dia berjanji akan melakukan pelayanan sebaik-baiknya sesuai dengan kelasnya dan sesuai prosedur yang ada. Namun dia juga berpesan untuk tidak meminjamkan kartu BPJS kepada atau atas nama orang lain, karena di kartu tersebut sudah tertulis nama yang bersangkutan.

"Kami akan melayani sebaik-baiknya sesuai prosedur yang ada, sesuai dengan kelas masing-masing. Namun kami berpesan kartu ini jangan dipinjamkam kepada atau atas nama orang lain, karena kartu tersebut sudah ada namanya masing-masing," katanya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.