Banser dan Satlinmas Wonosobo Diminta Tetap Netral


BERI PEMBEKALAN : Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli memberikan pembekalan di Balai Desa Bumirejo, Kecamatan Mojotengah, Selasa (12/2) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa Bumirejo, Kecamatan Mojotengah, diminta menjaga netralitas dalam Pemilu Serentak 2019. Banser dan Satlinmas dinilai merupakan ormas yang mengabdi kepada masyarakat dalam melaksanakan tugas. Jadi, sudah seharusnya bersikap netral dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon di dunia perpolitikan.

Hal itu ditegaskan Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli saat kegiatan pembekalan di Balai Desa Bumirejo, Kecamatan Mojotengah, Selasa (12/2) siang. Menurutnya, sudah seharusnya TNI sebagai aparat negara memberikan pengarahan untuk ormas bersikap netral, agar tidak terjadi kontroversi dan memecah kesatuan. "Menjelang pelaksaan Pemilu Serentak 2019, kami berupaya menggelar aksi penyuluhan untuk organisasi, seperti halnya Banser dan Satlinmas," ungkapnya.

Dandim menyampaikan Banser dan Linmas harus siap berjuang membela Bangsa Indonesia saat diperlukan. “Kita sebagai warga negara Indonesia harus mampu untuk berjuang dan mempertahankan keutuhan NKRI. Organisasi-organisasi masyakarat memiliki tugas untuk mengayomi masyarakat, bukan malah memecah belah suatu kelompok dengan kelompok lainnya, seperti halnya jika memihak kepada salah satu sisi,” beber dia.

Ditegaskan, sikap netral perlu ditanamkan, siapapun besok yang menang kita harus mensupport dengan cara tidak melakukan perlawanan. Pemilu Serentak 2019 merupakan pemilu yang memiliki hukum, jadi kemenangan suatu kelompok sudah menjadi hal yang fair atau adil. Dalam kesempatan itu, salah satu anggota Banser bernama Romadhon bertanya kepada Dandim, apa hubungannya antara TNI, Banser, dan Linmas?

Fauzan menyebutkan, TNI merupakan organisasi yang tercipta oleh rakyat, mengabdi kepada rakyat, dan kembali kepada rakyat. Sehingga kita semua organisasi merupakan saudara yang berasal dari tempat yang sama dan memiliki ikatan erat untuk menjaga satu sama lain. Sistem pertahanan Bangsa Indonesia adalah menganut sistem pertahanan rakyat semesta (sishanta), artinya dalam mempertahankan negara ini semua komponen masyarakat wajib hukumnya membela negara ini.

Jadi, baik disaat situasi damai ataupun disaat masa perang. Hanya saja disaat damai cara membela masa ini adalah bekerja sebaik mungkin sesuai dengan profesi masing-masing, atau juga bisa ikut menjaga kamtibmas wilayah dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan dalam rangka ikut membela bangsa ini. Kalau di saat negara dalam bahaya masyarakat juga ikut terjun mempertahankan kedaulatan Bangsa Indonesia.

Fauzan berharap kepada TNI, Banser dan Linmas untuk tetap menjaga dan mempertahankan tali persaudaraan karena manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki pola saling membutuhkan. Seperti pepatah yang mengatakan satu lidi akan mudah patah lain dengan 10 lidi jika disatukan dicoba sekuat tenaga pun tidak akan patah. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.