Diterjang Tanah Longsor, Tiga Rumah di Wilayah Kepil Rusak-rusak

Di wilayah Kecamatan Kepil, tanah longsor menyebabkan tiga rumah di dua desa mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
CEK LONGSOR : Petugas kepolisian dan warga melakukan pengecekan kondisi rumah yang terdampak longsor di Desa Tanjunganom Kecamatan Kepil, Jumat (22/2) pagi.

KEPIL (FOKUSSABA)-
Hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo beberapa hari terakhir, menyebabkan beberapa kejadian tanah longsor di sejumlah wilayah. Di wilayah Kecamatan Kepil, tanah longsor menyebabkan tiga rumah di dua desa mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tanah longsor tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Sabar mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pada Rabu (20/2) longsor melanda satu unit bangunan dapur milik Rusmeri yang berada di pinggiran tebing di Dusun Gegerjeruk, Desa Burat, Kecamatan Kepil. Kondisi dapur rumah amblas terbawa material longsoran.

Kondisi longsor terjadi lantaran hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Wonosobo, hingga menyebabkan dapur longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka atas kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta. Kondisi dapur rumah yang terbawa material longsor diketahui milik Rusmeri warga setempat. "Longsornya tebing tersebut diduga disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kepil," ungkapnya.

Selain di Desa Burat, bencana longsor juga terjadi Kamis (21/2) di dua dusun, yakni Dusun Patran RT 03 RW 09 dan Dusun Genting RT 03 RW 05 Desa Tanjunganom Kecamatan Kepil. Longsor menimpa rumah milik Yahdi (32) yang menyebabkan kerusakan pada ruang tamu dan kamar karena tembok mengalami jebol. Kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta. Untuk di Dusun Genting rumah yang rusak milik Aim Bagaskoro (32) yang menyebabkan dapur dan kamar mandi rusak kerugian Rp 18 juta.

Menurut dia, saat ini kondisi tiga rumah yang terdampak longsor tengah dalam penanganan warga dibantu petugas gabungan, baik BPBD, TNI, Polri dan sukarelawan. Kondisi cuaca belakangan ini memang cenderung sedang hingga lebat. Kondisi itu memicu pergerakan tanah di sejumlah wilayah. Longsor terjadi karena hujan deras yang mengguyur dan membuat tanah di sekitarnya semakin tergerus hingga membuat bangunan hancur terbawa longsoran.

Senada, Kapolsek Kepil Iptu Muji Darmaji mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya di musim hujan seperti ini kerawanan terjadi bencana longsor meningkat. Apalagi kondisi hujan diprediksi masih akan terus terjadi beberapa hari kedepan. "Jika hujan deras apalagi dengan durasi waktu yang cukup lama, lebih baik mengamankan diri ke lokasi aman," sarannya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.