Dosen UNS Siap Dampingi Pengelolaan Sampah di Kejiwan

Pengelolaan sampah rumah tangga dan penataan lingkungan mutlak diperlukan. Program bank sampah dinilai perlu terus ditingkatkan pengelolaan. Karena, sampah rumah tangga jika tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.

TINJAU LOKASI TPS : Tim dari Fakultas Teknik Kimia UNS Surakarta bersama perangkat Kelurahan Kejiwan Kecamatan Wonosobo meninjau lokasi TPS di kelurahan setempat, Sabtu (23/2) lalu.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Dosen Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sperisa Andriana mengaku siap untuk mendampingi warga Kelurahan Kejiwan menyangkut pengelolaan sampah rumah tangga dan penataan lingkungan. Program bank sampah yang sudah ada di kelurahan tersebut dinilai perlu terus ditingkatkan pengelolaannya. "Sampah rumah tangga jika tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan," ungkapnya.

Hal itu disampaikan Sperisa saat sosialisasi pemeliharaan dan pengolahan sampah rumah tangga yang digelar PT Tirta Investama Wonosobo bekerjasama dengan Lembaga Pengelolaan Tehnologi Pedesaan (LPTP) di Balai Kelurahan Kejiwan Kecamatan Wonosobo, Sabtu (23/2) lalu. Bertindak sebagai pemateri Sunu H Pranala dan Sperisa Andriana, Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Kimia Fakultas Tehnik UNS Surakarta.

Acara tersebut diikuti perangkat kelurahan, pengurus PKK dan perwakilan perempuan se-Kelurahan Kejiwan. Dalam kesempatan itu, Tim Jurusan Teknik Kimia UNS didampingi perangkat Kelurahan Kejiwan dan Humas PT Tirta Investama melakukan tinjuan lapangan di TPS dan septictank komunal yang dikelola warga setempat. "Sampah yang menumpuk di sembarang tempat menjadi sumber berkembangbiaknya berbagai penyakit dan mencemari lingkungan," terang Sunu.

Karena itu, kata dia, sampah rumah tangga perlu dikelola dan diolah dengan baik dan benar agar bisa mendatangkan manfaat bagi kesehatan, kebersihan lingkungan dan bahkan bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomi. Menurut Suna masalah sampah bisa menjadi persoalan jika tidak dikelola dan dipelihara secara benar. Pasalnya, jika sampah dibiarkan begitu saja, bisa mendatangkan bencana, baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan.

"Perlu kesadaran individu dan kolektif terkait dengan pengelolaan sampah. Jika ada kesadaran pribadi dan gerakan massal perihal penangangan sampah, maka sampah tidak akan menjadi masalah malah sebaliknya bisa membawa berkah. Banyak daerah sampah sudah bisa dikelola secara baik, sehingga bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomi. Kami berharap di Kelurahan Kejiwan juga perlu ada managemen bank sampah yang lebih baik lagi," harapnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Kejiwan Musyafak Amirullah mengungkapkan sejak tahun 2010 Kelurahan Kejiwan sebenarnya sudah punya mesin pengolah sampah bantuan dari program Corporate Social Responcibility (SCR) dari PT Tirta Investama Wonosobo. Namun, karena antara biaya operasional dengan hasil penjualan pengolahan sampah tidak seimbang, pengelola Tempat Pengolah Sampah (TPS) merugi. "Kondisi itu menyebabkan TPS tersebut mangkrak alias tidak digunakan lagi oleh masyarakat," beber dia.

Senada, Humas PT Tirta Investama Rahmat Basuki mengatakan jika memang bantuan yang sudah diberikan oleh pihak perusahaan tidak tepat guna, pihaknya bisa mengalihkan dana CSR dalam bentuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Kejiwan dan sekitarnya. Saat ini, di Kelurahan Kejiwan selain terdapat TPS, juga ada enam titik septiptank komunal yang sudah dirasakan manfaatnya oleh warga.

Hanya saja, enam titik septiptank tersebut belum bisa menjangkau 5 RT 28 RT dan 1.427 keluarga yang ada di Kelurahan Kejiwan. "Karenanya, saya berharap ada bantuan CSR lagi dari pihak PT Tirta Investama untuk penambahan pembuatan septiptank baru agar semua warga bisa ikut memanfaatkan kegunaannya," harap Musyafak. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.