Dukung Pariwisata Wadaslintang, Desa Lancar Kembangkan Potensi Wisata Bunga

Wisata bunga dinilai akan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi desa, sehingga sejumlah masyarakat merintis berdirinya taman bunga untuk tempat berwisata.

MENIKMATI WISATA BUNGA : Sejumlah pengunjung menikmati wisata bunga di salah satu Green House Desa Lancar Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, kemarin.

WADASLINTANG (FOKUSSABA)- Untuk mendukung sektor wisata di wilayah Wadaslintang, Desa Lancar Kecamatan Wadaslintang kian getol mengembangkan wisata taman bunga. Wisata bunga dinilai akan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi desa, sehingga sejumlah masyarakat merintis berdirinya taman bunga untuk tempat berwisata.

Pengelola Wisata Taman Bunga Desa Lancar, Muh Anas (36), mengungkapkan ide pendirian green house ini berawal dari impian menjadikan desa yang berada di pinggir Waduk Wadaslintang menjadi desa wisata. "Taman bunga ini, akan dikembangkan menjadi agro wisata dengan konsep agropolitan tanaman bunga," ungkapnya.

Selain itu, menurut dia juga didukung pengembangan kebun sayur hidroponik dan organik serta budidaya ikan waduk dan peternakan kambing. Hal ini merupakan tempat wisata berbasis taman bunga yang pertama di Wonosobo. Mudah-mudahan ke depan kian berkembang dan destinasi wisata dari waktu-waktu terus mengalami peningkatan.

"Alhamdulillah setiap akhir pekan sudah banyak wisatan yang datang. Dipilihnya budaya bunga, karena iklim dan kesuburan tanah di Desa Lancar Kecamatan Wadaslintang sangat cocok untuk pengembangan budi daya tanaman ini. Wisatawan yang datang ke Waduk Wadaslintang diharapkan bisa sekalian mampir ke taman bunga ini," tutur dia.

Salah satu petani bunga Desa Lancar, Irfangi (35) menambahkan, saat ini di Desa Wisata Lancar, telah berdiri empat green house dengan ukuran masing-masing 7x30 meter. Bunga yang budi dayakkan adalah bunga krisan dari berbagai jenis. Empat taman bunga yang ada meliputi Green House Formula di Dusun Rapahamba, Green House Slamet di Dusun Silutung, Green House Fajar di Dusun Kepundung dan Green House Mandiri di Dusun Kalijangkel.

"Satu green house rata-rata menanam antara 10 ribu hinggan 12 ribu bunga krisan. Jenis bunga krisan yang ditanam antara lain remix, lalypop, bokardi, DR dan PN dengan kualitas warna bunga yang unggul. Saat ini satu tangkai bunga dihargai Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu dengan 10 batang bunga. Harga bunga tergantung kualitas warna dan keindahan bunga. Semakin baik warna dan kualitas bunga krisan harganya kian mahal," imbuh Anas.

Untuk bisa berwisata di taman bunga, pengunjung dikenai tarif Rp 5.000 per orang. Saat masa bunga mekar, tidak sedikit pasangan calon pengantin melakukan foto pre-wedding di tempat ini dan foto selfi bagi banyak pemuda-pemudi. Selama ini, selain didatangi wisatawan dari sekitar Wonosobo, banyak juga penunjung dari Kebumen, Puworejo, Magelang, Yogyakarta, Banyumas, Magelang dan Temanggung.

Selain untuk tempat wisata, bunga krisan bisa dijual untuk keperluan dekorasi panggung dalam berbagai acara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mengaku sangat mendukung kreativitas dan terobosan yang dilakukan oleh pemuda Desa Lancar Kecamatan Wadaslintang dalam mengembangkan desa wisata berbasis bunga.

"Ini menjadi bukti bahwa tiap desa itu punya one village one produck atau satu desa satu produk unggulan, baik di bidang wisata, budaya, ekonomi maupun kuliner. Jika ini berjalan maka banyak sekali potensi desa wisata di Wonosobo," tandasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.