Kapolres Wonosobo Ajak Awak Media Tangkal Hoax dan Isu Provokasi

Peran media memang sangat penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan juga membantu menangkal berita hoax, provokatif dan yang tidak seusai dengan fakta.

LAKUKAN SILATURAHIM : Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras melakukan silaturahim dengan para jurnalis dan media massa baik media cetak, TV maupun online yang ada di wilayah Wonosobo, di Rumah Makan Sari Rasa Wonosobo, Kamis (21/2) sore.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Menjelang pesta demokrasi 2019, para awak media di wilayah Wonosobo diajak untuk menangkal berita-berita bohong atau hoax yang menyebar begitu cepat di media sosial. Ajak itu disampaikan Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras saat melakukan silaturahim dengan para jurnalis dan media massa baik media cetak, TV maupun online yang ada di wilayah Wonosobo, di Rumah Makan Sari Rasa Wonosobo, Kamis (21/2) sore.

Menurut dia, awak media memiliki andil sangat besar dalam menangkal berita-berita hoax dan provokatif yang menyebar di Wonosobo. "Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polres Wonosobo untuk menggandeng seluruh elemen masyarakat termasuk komunitas jurnalis untuk mendukung terselenggaranya Pemilu Serentak 2019 yang aman dan damai. Jadi harapan kami mari kita tangkal bersama-sama hoax dan berita provokatif," ajaknya.

Lebih lanjut orang nomor satu di jajaran Polres Wonosobo itu mengungkapkan, peran media memang sangat penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan juga membantu menangkal berita hoax, provokatif dan yang tidak seusai dengan fakta. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) menjelang tahapan Pemilu Serentak mendatang," ajaknya.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat juga menjadikan banyak bermunculan berita-berita hoax di media sosial. Apalagi menjelang pemilihan umum 2019 mendatang, semakin banyak berita hoax politik yang bisa menimbulkan gesekan-gesekan di tengah masyarakat. "Ada perbedaan antara Pemilu 2014 dengan Pemilu mendatang, pada Pemilu 2014 belum ada isu-isu Sara, atau ujaran kebencian yang disebarkan melalui media sosial, yang menjadi pemicu kerusuhan di masyarakat," bebernya.

Tak hanya itu saja, Kapolres dia juga sangat berharap kepada rekan-rekan media massa di Wonosobo untuk ikut mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif dengan ikut memberikan informasi yang bisa menyejukan suasana masyarakat. "Pelaku teror itu akan senang apabila terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu saya mengajak masyarakat untuk memberikan informasi yang menyejukkan agar kamtibmas di Wonosobo tetap terjaga," tandasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.