Korban Minuman Keras Oplosan di Kaliwiro Terancam Buta Permanen


Ilustrasi ist. kriminologi.id

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Seorang remaja asal Kaliwiro yang menenggak minuman keras oplosan hingga koma di rumah sakit, terancam tak bisa melihat dunia selamanya. Berdasarkan hasil CT scan pemeriksaan petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRT Setjonegoro Wonosobo, AS (13), dinyatakan mengalami buta permanen karena setelah menenggak minuman keras oplosan, dia mengalami kejang, bahkan tidak sadarkan diri.

"Terjadi gangguan penglihatan akibat minum minuman keras oplosan anak di bawah umur. Kemungkinan karena kelebihan dosis sehingga merusak saraf yang ke mata. Hasil CT scan pihak medis, korban mengalami kebutaan permanen," ungkap Bagian Humas RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Tri Lestari pada saat dimintai keterangannya perihal kondisi AS yang sebelumnya mengalami koma di ruang ICU sejak Selasa (12/2) lalu.

Menurut dia, setelah beberapa hari dirawat intensif di ICU, kondisi remaja penenggak minuman keras oplosan itu sudah mulai membaik. Korban telah dipindahkan ke Ruang Dahlia RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Pihak medis juga saat ini masih memberikan perawatan medis. "Hasil pemeriksaan, kondisinya sudah membaik. Ia sudah sudah dipindahkan untuk proses pemulihan," tutur dia.

Lebih lanjut Tri menyebutkan, sejak keluar dari ruang ICU, penanganan medis sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 11 juta. Namun, karena keluarga korban merupakan kategori kalangan kurang mampu ), disarankan mengurus jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). "Keluarga korban sudah mengurus Jamkesda dan hanya dapat Rp 3,5 juta. Sisa biaya, keluarga korban masih bingung makanya butuh bantuan," bebernya.

Menurutnya, karena korban berasal dari keluarga yang tidak mampu, biaya memang membutuhkan bantuan untuk membayar biaya perawatan. "Perlu dicarikan donatur untuk pembiayaan. BPJS Kesehatan mereka tidak punya, kalaupun punya karena akibat minuman keras BPJS Kesehatan biasanya tidak mau mengklaim. Karena ada beberapa kasus yang tidak ditanggung BPJS, seperti narkoba, HIV, bunuh diri dan mabuk," terang dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Wonosobo, Kompol Sutomo mengungkapkan, dengan kejadian minuman keras oplosan tersebut, pihaknya menghimbau kepada orang tua agar mengawasi pergaulan anak-anaknya. Selain itu kepada pemilik toko yang menjual alkohol, disarankan agar jangan menjual sembarangan. "Apabila ada anak-anak yang beli alkohol dalam jumlah cukup banyak atau lebih dari satu botol harus perlu di curigai," ujarnya.

Selain itu harus ditanya untuk apa, bilaperlu jangan diperbolehkan membelinya. Kejadian tersebut jangan sampai terulang kembali, karena nyawa dan masa depan taruhannya. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang remaja asal Kecamatan Kaliwiro berinisial AS (13) harus dilarikan ke rumah sakit setelah menenggak minuman keras oplosan. AS mengoplos alkohol 70 persen dengan minuman energi dan air mineral, kemudian ia minum bersama tiga orang temannya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat itu AS melakukan aksi pesta minuman keras oplosan bersama ketiga temannya antara lain berinisial AN (23), YA (24) dan IK (11). Empat sekawan tersebut melakukan pesta miras pada Selasa (12/2) lalu di bak penampungan air PDAM di Dusun Nyamatan Desa Kemiriombo Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, sekitar pukul 13.00-16.00. Mereka membeli bahan minuman tersebut dari uang hasil patungan. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.