Memperbaiki Atap Dua Pekerja Tersengat Listrik, Satu Tewas Satu Luka

Satu pekerja dinyatakan tewas setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRT Setjonegoro Wonosobo akibat luka bakar serius, sementara rekannya mengalami luka bakar 20 persen.


EVAKUASI KORBAN : Sejumlah warga dibantu aparat melakukan evakuasi korban yang tersengat listrik di Kampung Andongsili, Kelurahan Andongsili, Kecamatan Mojotengah, Kamis (21/2) sekitar pukul 11.00.

MOJOTENGAH (FOKUSSABA)- Hendak memperbaiki atap rumah, dua pekerja mengalami nasib apes tersengat saluran listrik di Kampung Andongsili, Kelurahan Andongsili, Kecamatan Mojotengah, Kamis (21/2) sekitar pukul 11.00. Satu pekerja dinyatakan tewas setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRT Setjonegoro Wonosobo akibat luka bakar serius, sementara rekannya mengalami luka bakar 20 persen.

Kapolsek Mojotengah, AKP Widayatno mengungkapkan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa orang tersetrum tersebut terjadi sekitar pukul 11.00. Kedua korban diketahui bernama Mat Dowi (45), warga Dusun Krasak RT 02/01 Desa Krasak, Kecamatan Mojotengah dan Mantola, warga Dusun Kalibening RT 03/03 Desa Krasak, Kecamatan Mojotengah. "Saat itu mereka sedang memperbaiki atap rumah tingkat," ujarnya.

Menurut dia, saat itu pekerja ada tiga orang, rekannya yang bernama Slamet Rohim bekerja di bagian belakang. Kejadian berawal pada saat kedua korban bersama satu rekannya sedang memperbaiki atap rumah warung makan yang berada di lantai dua. "Pada waktu itu, kedua korban bekerja tepat di pinggir atap yang berjarak satu meter dari kabel jaringan PLN. Sedangkan satu rekannya yang bernama Slamet Rohim, bekerja di bagian belakang," imbuh dia.

Beberapa waktu kemudian, saksi Slamet melihat korban bernama Mad Dowi terjengkang ke belakang dan menimpa kabel listrik yang berjarak satu meter. Karena, jaraknya berdekatan, ia juga menendang korban bernama Mantola hingga terpental ke lantai dua saat posisi Mad Dowi. Korban yang yang terjengkang dan menimpa kabel listrik tersebut tersengat, hingga mengeluarkan asap. Melihat peristiwa tersebut, Slamet meminta pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kejadian orang tersetrum tersebut sontak saja membuat warga di wilayah Kampung Andongsili geger. Aparat kepolisian Polsek Mojotengah bersama Tim Identifikasi Polres Wonosobo dan petugas PLN Wonosobo yang mendapat laporan, langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Setelah aliran listrik dipadamkan dan korban diturunkan, ternyata ia masih bernafas. Kemudian kedua korban dilarikan ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo.

Namun nahas, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, korban bernama Mad Dowi mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya hingga menghitam. Korban juga dinyatakan meninggal dunia. Sementara korban bernama Mantola mengalami luka bakar sekitar 20 persen. Ia masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, namun korban sudah bisa berkomunikasi dengan orang lain.

"Setelah dinyatakan meninggal, korban Mad Dowi kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara korban yang mengalami luka bakar masih di rawat di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo karena mengalami luka bakar di bagian kaki. Masyarakat yang hendak bekerja di sekitar saluran listrik kami imbau untuk selalu berhati-hati, karena kesalahan sedikit saja resikonya bisa vatal," beber dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.