Papeling Asri Wonosobo Kampanyekan Gerakan Diet Plastik

Sampah plastik semakin sulit dikendalikan dan saat ini mulai menjadi permasalahan global di seluruh dunia. Penggunaan berbagai produk kemasan plastik sekali pakai, diakuinya menyumbang sebagian besar sampah yang menumpuk.

BERSIH LINGKUNGAN : Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Paguyuban Pegiat Lingkungan (Papeling) Asri Wonosobo bersama anggota Kodim 0707 melakukan aksi pembersihan sampah dan lingkungan di wilayah perkotaan, kemarin.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Paguyuban Pegiat Lingkungan (Papeling) Asri Wonosobo terus mengampanyekan gerakan diet platik dengan penggunaan botol minuman isi ulang (reuse). Pasalnya, sampah plastik, semakin sulit dikendalikan dan saat ini mulai menjadi permasalahan global di seluruh dunia. Penggunaan berbagai produk kemasan plastik sekali pakai, diakuinya menyumbang sebagian besar sampah yang menumpuk.

Ketua Papeling Asri Wonosobo, Astuti Farida menyebutkan, sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai bahkan memerlukan waktu puluhan tahun sehingga sudah selayaknya setiap manusia memiliki kesadaran untuk mulai mengurangi penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019, para pegiat lingkungan diharapkan agar ada komitmen bersama semua pihak untuk mendukung kampanye diet plastik.

"Kami harapkan masyarakat khususnya di Kabupaten Wonosobo, komitmen mendukung kampanye diet plastik, demi menciptakan lingkungan Asri (Aman Sehat Rapi dan Indah)," ungkapnya saat menggelar kegiatan 'Wonosobo Nyapu Bareng' di sepanjang jalan hingga halaman Masjid Jami Wonosobo. Kegiatan yang dilakukan dengan menggandeng Kodim 0707/Wonosobo, guna memperingati HPSN 2019 di Wonosobo.

Dalam peringatan tersebut, para pegiat lingkungan di Papeling Asri Wonosobo bersama puluhan personel Kodim 0707 Wonosobo, mengajak warga masyarakat turut serta dalam peringatan HPSN di Wonosobo. Untuk HPSN 2019 di Wonosobo memang sengaja diperingati dengan kegiatan sederhana, namun sarat makna dan manfaat. Pihaknya berharap upaya itu bisa menekan perkembangan sarang nyamuk demam berdarah, serta mengurangi banyaknya sampah plastik.

“Sengaja kami menggandeng tentara dari Kodim 0707 Wonosobo untuk menyukseskan kegiatan ini. Karena, selain mereka terbiasa sigap dalam berbagai kegiatan serupa, juga untuk lebih meyakinkan warga masyarakat perihal pentingnya menjaga kebersihan dan meningkatkan kepedulian mereka terhadap sampah di sekitarnya. Launching Gerakan Wonosobo Ayo Nyapu, juga digelar sekaligus untuk memperingati Hari Ulang Tahun Papeling yang kelima," beber dia.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kapten Infanteri Iwan Nafarin menyebutkan, keikutsertaan jajaran Kodim 0707 Wonosobo dalam kegitan peringatan HPSN merupakan rasa kepedulian Kodim dan masyarakat terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal. “Dampak sampah apabila tidak kita kelola dengan baik maka akan memunculkan potensi negatif seperti menimbulkan penyakit, banjir, dan merusak ekosistem yang lain," ujarnya.

Adanya kegiatan bersama Papeling Wonosobo bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah di lingkungan masyarakat. Diharapkan kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan agar selalu terjaga yang berdampak kepada kesehatan serta kelangsungan hidup anak cucu kita kelak. Kodim sebagai aparat komando kewilayahan, siap memelopori serta membuat contoh teladan yang baik.

"Kami akan selalu menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya sehingga lingkungan kita akan terhindar dari berbagai macam penyakit atau dampak yang lain di akibatkan oleh sampah. Jangan membuang sampah sembarangan, serta kita harus bisa memilah-milah mana sampah organik dan anorganik sehingga bisa menjadi edukasi bagi generasi penerus. Kita harus membudayakan menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.