Para Pendaki Gunung Sindoro Dikenalkan Surat Suara dan Diajak Tak Golput

Para pendaki Gunung Sindoro menjadi sasaran pendidikan pemilih oleh relawa demokrasi. Seluruh basis komunitas pemilih memang selalu dijangkau agar kegiatan pemilihan umum berjalan sukses dan lancar.

PENDIDIKAN PEMILIH : Relawan demokrasi bersama para pendaki menunjukkan spanduk dan kartu suara saat menyosialisasikan pendidikan pemilih di Gunung Sindoro Wonosobo, Minggu (24/2) lalu.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Relawan Demokrasi Basis Komunitas KPU Wonosobo, Muhamad Fauzen melakukan sosialisasi terkait pemilu di Gunung Sindoro, Minggu (24/2) lalu. Ia sengaja melakukan sosialisasi kepada para pendaki Gunung Sindoro, karena tak mau menyia-nyiakan waktu untuk terus mensosialisasikan kepada warga agar Pemilu Serentak bisa berjalan lancar.

Selain itu, katanya, pesta demokrasi Pemilu 2019 mendatang ini dipandang sebagai pemilu yang paling rumit sepanjang sejarah. Selain memilih Presiden dan Wakil Presiden, setiap warga yang telah memiliki hak pilih juga bakal menentukan pilihan siapa wakil mereka di parlemen, mulai dari DPRD kota atau kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI hingga DPD.

Mengingat pentingnya pemilu itulah, perlu terus digencarkan sosialisasi terkait tata cara mengikuti sejumlah tahapan penggunaan hak suara. Karena, nantinya warga bakal membutuhkan waktu agak lama ketika di bilik suara untuk menentukan pilihan mereka, karena ada 5 kertas surat suara mulai dari Presiden dan Wapres, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten serta DPD RI.

Kepada para pendaki dirinya menjelaskan mengenai tahapan penggunaan hak suara mulai dari membuka kertas suara sejumlah 5 lembar, tata cara pencoblosan hingga melipat kembali dengan rapi, sehingga lubang coblosan tidak terlihat dari luar sebelum kemudian dimasukkan kedalam kotak suara.

Fauzen juga mengajak para pendaki agar tidak golput alias memilih untuk tidak menggunakan hak suara mereka, karena Pemilu sangat penting bagi kelangsungan bangsa dan negara. Suksesnya Pemilu ditegaskannya tergantung dari sejauh mana kesadaran warga yang memiliki hak suara untuk menggunakan hak pilih mereka secara berdaulat.

"Pemilih berdaulat, maka negara kuat sehingga amat disayangkan apabila sudah berhak memilih tapi tidak datang ke bilik suara maupun datang ke TPS tapi tidak menggunakan hak pilih," ujarnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.