Proyek Jalan TMMD Pangkas Jarak Tempuh 1,25 Kilometer

Jika saat ini akses transportasi masyarakat Desa Binangun, Kecamatan Watumalang menuju ke Pasar Binangun harus memutar sejauh 5 kilometer, dengan program TMMD maka masyarakat hanya menempuh jarak 1,25 kilometer.

TABUH GONG : Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli memukul gong tanda dimulainya kegiatan TMMD Tahap I (Reguler 104 dan Sengkuyung I) Provinsi Jawa Tengah 2019 di Lapangan Desa Wonokampir, Selasa (26/2) lalu.

WATUMALANG (FOKUSSABA)- Proyek fisik pembangunan jalan tembus dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I (Reguler 104 dan Sengkuyung I) Provinsi Jawa Tengah 2019 bakal memangkas jarak tempuh sekitar 1,25 kilometer. Jika saat ini akses transportasi masyarakat Desa Binangun, Kecamatan Watumalang menuju ke Pasar Binangun harus memutar sejauh 5 kilometer, dengan program TMMD maka masyarakat hanya menempuh jarak 1,25 kilometer.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Wonokampir, Kumpul di sela kegiatan Upacara Pembukaan TMMD Tahap I (Reguler 104 dan Sengkuyung I) Provinsi Jawa Tengah 2019 Kodim 0707/Wonosobo di Lapangan Desa Wonokampir, Selasa (26/2) lalu. "Jika selesai nanti bisa mempermudah akses transportasi menuju Desa Binangun. Karena saat ini untuk menuju ke Pasar Binangun masyarakat harus memutar sejauh 5 kilometer," ujarnya.

Tak hanya bisa memangkas jarak tempuh 1,25 kilometer, masyarakat juga akan merasakan manfaat lain seperti semakin mudah masyarakat membawa hasil pertanian dan tanah di sekitar lokasi jalan harganya akan naik. Hal itu diamini Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli. Dia menyampaikan sasaran TMMD kali ini akan dilaksanakan meliputi sasaran kegiatan fisik dan non fisik.

Kegiatan fisiknya seperti pekerjaan perkerasan jalan, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dan yang paling ditonjolkan saat ini adalah pembuatan jambanisasi sebanyak 200 buah. Kodim saat ini berupaya menggandeng pihak lain untuk membantu tercapainya Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarang (BABS) Kabupaten Wonosobo di tahun 2019. Selain itu, akan ada juga sasaran kegiatan non fisik yaitu berupa penyuluhan-penyuluhan.

Harapannya semoga kegiatan TMMD ini berjalan dengan lancar dan warga masyarakat Desa Wonokampir bisa terbantu dengan kegiatan ini. Diharapkan kita dapat semakin membentengi diri dari potensi disintegrasi yang dipicu oleh sentimen perbedaan dan sikap intoleransi. Tema yang diambil kali adalah "Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat serta Semangat Gotong-Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional".

Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang dibacakan selaku Asisten Pemerintahan Setda Wonosobo, M Aziz Wijaya menyampaikan, TMMD sengaja dilakukan untuk meningkatkan semangat gotong royong agar makin mantap terasa dan kentara pada gerak pembangunan desa. Melalui TMMD, bersama kita merawat gotong royong, memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat untuk membangun desa.

"Ini bagian dari cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong-royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan. Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta pemerintah pusat dan daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai pemasalahan masyarakat," beber dia.

Dijelaskan, sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa semangat kebersamaan, kegotong-royongan serta persatuan dan kesatuan merupakan senjata ampuh bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan. Ini harus senantiasa kita rawat dan jaga bersama. Jangan sampai kapital sosial berharga ini luntur dan sirna tergerus oleh berbagai perbedaan yang ada. Maka melalui TMMD ini, mari kita gelorakan lagi semangat kolektivitas serta persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat yang ada.

"Mari kita bangun sarana prasarana, fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat desa. Tidak hanya itu, program TMMD ini juga harus diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatnya kesehatan lingkungan dan memantapkan kerukunan antar umat beragama dan dalam rangka mencegah terjadinya konflik SARA, radikalisme, terorisme dan intoleransi," harapnya.

Hal yang tidak kalah penting, kita harus mendorong dan mendampingi masyarakat desa agar berkreasi serta berinovasi untuk menggali dan mengoptimalkan potensi desa agar lahir startup wirausaha sehingga masyarakat desa makin sejahtera. Diharapkan, dengan adanya kegiatan TMMD kali ini bisa disisipkan program-program yang menggugah wawasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme.

Ini penting mengingat maraknya hoax, bully, dan ujaran kebencian yang muncul di tengah-tengah kehidupan kita dan berpotensi memecah belah bangsa. Kita edukasi masyarakat di tengah riuhnya revolusi industri 4.0, bijak bermedia sosial. Saring sebelum sharing. Mari kita sadarkan masyarakat tentang arti penting persatuan dan kesatuan bangsa demi Indonesia Jaya.

“Kita ingin desa-desa di Jawa Tengah makin maju dan sejahtera dengan tetap mempertahankan keunikan dan kearifan lokalnya. Desanya maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakatnya komplit, SDM-nya makin berkualitas unggul, mandiri, punya spiritualitas tinggi, tidak ada narkoba, kreatif dan inovatif serta mempunyai karakter kebangsaan yang kuat. Lan sing ora kalah penting, kabudayane tansah lestari. Harus bisa kita wujudkan bersama. Mari kita bangun Indonesia mulai dari desa,” tutupnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.