Sahabat Tuna Daksa Wonosobo Dapat Pendidikan Pemilih

Pemilih difabel ingin mendapatkan hak-haknya sesuai amanat Undang-Undang serta suara difabel sangat penting. Karena tercatat jumlah pemilih difabel di Kabupaten Wonosobo sejumlah 1.159 jiwa pemilih.

IKRAR TOLAK POLITIK UANG : Relawan Demokrasi Pemilu bersama para sahabat difabel tuna daksa berikrar untuk turut serta dalam Pemilu Serentak 2019 dan akan menolak politik uang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Relawan Demokrasi Basis Disabilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo, menyisir sahabat-sahabat difabel tuna daksa di Rumah Ibu Wiwik, Desa Balaikambang Kecamatan Selomerto, Wonosobo, kemarin. Sahabat difabel tuna daksa diajak berkumpul oleh Tim Relawan Demokrasi Basis Disabilitas yang berkaitan dengan Pemilu 2019, yang akan dilaksanakan serentak tanggal 17 April 2019.

Menurut Relawan Demokrasi Basis Disabilitas Syaifur Rohman, dalam kesempatan itu Tim Relawan Demokrasi memberikan sosialisasi pemilu, mulai dari pengenalan kertas suara, cara pencoblosan, pemilihan apa saja, hingga mengenai bagaimana disabilitas bisa memperolah hak-haknya baik secara hak berpolitik maupun fasilitas yang aksebility bagi disabilitas.

Karena penyelenggara Pemilu Serentak 2019 ini benar-benar dituntut salah satunya mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, tentang Disabilitas. Selain sosialisasi, Tim Relawan Demokrasi juga mendapatkan banyak masukan dan pertanyaan, salah satunya dari Firman, salah satu difabel tuna daksa yang tidak memiliki kedua tangan.

"Kalau saya bagaimana cara mencoblosnya" tanya Firman. Menurut Syaifur Rohman yang akrab disapa Iponk, di sinilah peran Tim Relawan Demokrasi Basis Disabilitas untuk memberikan beberapa alternatif yang mengacu pada tata aturan pemilu yang sudah ada. Salah satunya yang bersangkutan bisa mendapatkan pendampingan dari pihak keluarga yang dipercaya untuk mendampingi yang bersangkutan.

Selain itu kawan-kawan disabilitas juga memberikan masukan agar jika wilayahnya terdapat pemilih difabel, agar menyediakan salah satunya kursi roda. TPS yang ramah difabel serta bila terdapat difabel tuna netra agar disediakan kertas suara braille. Diharapkan dengan adanya Relawan Demokrasi Basis Disabilitas ini, akan memberikan informasi terhadap difabel lebih maksimal serta mampu mengakomodir apa-apa saja yang bisa difasilitasi.

Hal ini agar pemilih difabel ini mendapatkan hak-haknya sesuai amanat Undang-Undang serta suara difabel sangat penting. Karena tercatat jumlah pemilih difabel di Kabupaten Wonosobo sejumlah 1.159 jiwa pemilih. Selain itu sahabat difabel pun berharap dari 491 caleg yang terdaftar di Wonosobo, mampu memberikan visi dan misi salah satunya perhatian disabilitas.

"Karena selama ini justru mereka minim perhatian justru dari anggota dewan di tingkat daerah, yang ditakutkan justru masih banyak caleg yang buta Undang-Undang terutama Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas," beber dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.