Sebanyak 105.000 Rumah Tangga di Wonosobo Masih BABS


SERAHKAN BANTUAN : Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyerahkan sertifikat bantuan kepada Kepala Desa Purbosono, Kecamatan Kertek saat Deklarasi Open Defection Free (ODF) di dusun setempat, Kamis (14/2) pagi.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Sebanyak 105.000 rumah tangga di Wonosobo masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggandeng Kodim 0707, Polres, Perhutani, Badan Usaha maupun lembaga lain, terus berupaya melakukan percepatan program jambanisasi sehat, agar akhir 2019 persoalan tersebut dapat dituntaskan. "Target kami 2019 sudah tuntas," ungkap Bupati Wonosobo Eko Purnomo disela Deklarasi Open Defection Free (ODF) di Dusun Losari, Desa Purbosono, Kecamatan Kertek, Kamis (14/2) siang.

Menurut Bupati Eko, selaras dengan upaya itu, pihaknya memberikan apresiasi positif dengan dilaksanakannya pencanangan jambanisasi ini. Hal itu sebagai upaya sinergi bersama untuk mewujudkan komitmen Kabupaten Wonosobo Stop BABS, sekaligus untuk mendukung terwujudnya Universal Acces tahun 2019, yaitu 100 persen masyarakat mengakses air minum, 0 persen lingkungan kumuh dan 100 persen masyarakat mengakses sanitasi.

Lebih dari itu, pihaknya sangta berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai ruang untuk mengevaluasi seberapa jauh perkembangan dan keberhasilan pelaksanaan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, untuk selanjutnya membangun strategi dan ditindaklanjuti melalui program serta kegiatan riil yang nantinya mampu mendukung percepatan pencapaian total sanitasi.

Tentunya apa yang saya sampaikan di atas dapat dicapai, apabila ada kepedulian koordinasi dan sinergitas, maupun peran seluruh stakeholders untuk bersama-sama berkomitmen serta bertanggung jawab mensukseskan Wonosobo Sehat, yaitu Kabupaten Wonosobo Bebas BABS.
"Saya berharap supaya seluruh stakeholders terkait, khususnya Tim Teknis, untuk dapat meningkatkan kesadaran serta memberdayakan masyarakat, agar merubah perilaku buang air besar sembarangan menjadi buang air besar di jamban yang sehat," harapnya.

Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli mengatakan, pihaknya siap mendorong untuk persepatan ODF di Wonosobo. Itu sangat penting dilakukan karena saat ini masih ada kurang lebih 105 ribu rumah tangga yang masih BABS. Sementara dalam 1 tahun pemerintah hanya bisa menyukseskan sekitar 3 persen saja sedang saat ini baru 60 persen yang mempunyai jamban. Jadi untuk mencapai 100 persen harus menunggu berapa tahun lagi.

Fauzan menargetkan di tahun 2019 untuk Wonosobo sudah ODF semua. Itu bisa terjadi jika semua komponen bergerak secara bersama-sama mulai dari pemerintah, tokoh agama, para pemilik modal, badan usaha, penggiat lingkungan dan tentu saja yang paling penting adalah masyarakat Wonosobo. Menurutnya dari data Dinas Kesehatan, dalam kurun waktu satu bulan saja dari gerakan Kodim yang mengajak masyarakat membuat jamban berhasil mencapai 1 persen.

Itu merupakan prestasi yang menggembirakan. Dan predikat sebagai kabupaten termiskin akan hilang. Hal itu juga disampaikan Camat Kertek, Muhammad Said. Dia menyebutkan sebelum adanya program jambanisasi itu, sebagian masyarakat Dusun Losari, Desa Purbosono masih BAB sembarang di kolam maupun sungai. Pasalnya air di daerah sini dan Kecamatan Kertek pada umumnya sangat melimpah.

"Namun sekarang tidak ada lagi warga yang BAB sembarangan, berkat petugas kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta dorongan dari Bapak Dr Budi Laksono, jajaran Kodim 0707/Wonosobo. Dengan program jambanisasi ini masyarakat menjadi sadar untuk menggunakan jamban keluarga. Bahkan Dusun Losari yang terdiri dari 330 keluarga dan 10 buah bertempat di fasilitas umum seperti sekolah, dan tempat ibadah ini, telah seratus persen menggunakan jamban keluarga," beber dia.

Sementara Kepala Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Damanhuri menyebutkan, dalam kesempatan itu pihaknya turut memberikan bantuan bagi 100 keluarga. Masing-masing keluarga mendapatkan bantuan program jambanisasi Rp 650.000. "Total kami berikan bantuan sebesar Rp 65 juta program CSR atau Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan masyarakat dalam membuat jamban sehat," ungkapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.