Sebanyak 720 Alat Peraga Kampanye dan Bahan Kampanye Melanggar Diturunkan

Sebanyak 626 APK dan BK terpaksa harus diturunkan paksa oleh petugas gabungan dari Satpol PP, kepolisian, TNI dan Bawaslu Wonosobo serta jajarannya hingga tingkat kecamatan dan desa karena melanggar aturan.

TERTIBKAN APK MELANGGAR : Tim terpadu melakukan penertiban APK dan BK yang melanggar karena terpasang di sejumlah lokasi dan media pemasangan terlarang, Rabu (27/2) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Sebanyak 720 alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK) melanggar di seluruh Wonosobo diturunkan, Rabu (27/2) siang. Dari 720 APK dan BK, sebanyak 94 APK dan BK telah diturunkan sendiri oleh partai politik maupun pihak pemilik. Sedangkan sebanyak 626 APK dan BK terpaksa harus diturunkan paksa oleh petugas gabungan dari Satpol PP, kepolisian, TNI dan Bawaslu Wonosobo serta jajarannya hingga tingkat kecamatan dan desa.

Ketua Bawaslu Wonosobo, Sumali Ibnu Chamid menyebutkan, memasuki lima bulan masa kampanye, Bawaslu Wonosobo masih menemukan berbagai pelanggaran APK dan BK di lapangan. Bersama Tim Terpadu, Bawaslu melakukan penertiban sebanyak 626 APK dan BK yang tersebar di semua wilayah di Wonosobo. "Sebetulnya total yang melanggar ada 720 AKP dan BK, tetapi sebanyak 94 sudah diturunkan sendiri oleh partai maupun pemiliknya," ujarnya di sela penertiban, Rabu (27/2) siang.

Dalam penertiban APK dan BK, Bawaslu memang bersama Tim Terpadu meliputi Satpol PP, Polres dan Kodim 0707 Wonosobo hingga jajaranya di wilayah. Proses penertiban dimulai dengan rapat koordinasi di Kantor Bawaslu Wonosobo dimpimpin Ketua Bawaslu, Sumali Ibnu Chamid. Setelah itu, tim gabungan dibagi menjadi tiga dan menyisir berbagai lokasi secara terpisah. "Penertiban ini merupakan fase ketiga, dalam masa kampanye," beber dia.

Sebelmnya, pihaknya sudah melakukan penertiban. Namun, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan sejak 19 Januari-18 Februari, masih terdapat sebanyak 720 APK dan BK melanggar di temui di lapangan. “Upaya teguran terhadap partai politik peserta pemilu sudah kami lakukan, dengan mengirimkan surat berikut data rinci APK dan BK yang melanggar. Namun masih banyak yang tidak menindaklanjuti dengan penurunan di lapangan," terangnya.

Dia yang juga Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi menjelaskan, setelah dilakukan teguran, pihaknya kemudian melakukan pegawasan ulang, untuk memastikan apakah partai politik melakukan tindaklanjut penertiban APK dan BK yang masuk kategori melanggar. Totalnya 94 APK dan BK diturunkan oleh partai politik. Sisanya 626 APK dan BK ditertibkan oleh Bawaslu. “Karena tidak semua peserta pemilu menindaklanjuti teguran Bawaslu, kami mengambil langkah sesuai mekanisme yakni ditertibkan hari ini serentak semua wilayah di Wonosobo,” tandas dia.

Dia merinci dari 626 APK dan BK yang melanggar, sebagian besar karena melanggar dalam cara memasang, di antaranya dipaku di pohon, diikat di tiang listrik, diikat di pepohonan, tiang telfon serta dipasang di area lembaga pendidikan atau tempat ibadah baik masjid, mushola, gereja, vihara maupun klenteng. Selain itu juga dipasang di lokasi melanggar seperti di ruas jalan protokol, taman kota dan sejumlah tempat terlarang lainnya.

“Kami berharap dengan penertiban ini, peserta pemilu akan memperbaiki cara memasang dan lokasi memasang dengan cara yang benar. Setelah ini APK maupun BK yang telah kami tertibkan akan kami amankan. Jika memang pemiliknya akan mengambil, kami silahkan, tetapi harus menandatangani kesepakatan untuk tidak melakukan pemasangan yang melanggar aturan seperti itu lagi,” katanya.

Senada, Koordinator Penindakan, Eko Fifin Haryanti menambahkan, pihaknya terus melakukan pengawasan sekaligus pencegahan dalam pelangaran pemilu. Karena waktu kampanye masih cukup panjang, pihaknya berharap kepada peserta pemilu agar menjaga keataatan terhadap aturan yang mengatur selama masa kampanye. “Kalau memang cara memasang, lokasinya, kotennya tidak melanggar, maka APK maupun BK tidak kita tertibkan,” ujarnya.

Dikatakan Fifin, selama sehari Bawaslu menertibkan APK berjumlah 470, BK berjumlah 67 dan Bendera berjumlah 89. Jumlah tersebut tersebar di wilayah kota dan pedesaan. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.