Sebulan, Lima Santri Miftahul Huda Hafalkan 30 Juz Al Quran

Lima santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Siwatu Desa Bumiroso Kecamatan Watumalang, Wonosobo, berhasil mengkhatamkan dan menghafalkan Al Quran sebanyak 30 juz dalam waktu kurang dari satu bulan.

KHATAMAN AL QURAN : Beberapa santriwati tengah melakukan khafalan sekaligus khataman di Pondok Pesantren Miftahul Huda Siwatu Desa Bumiroso Kecamatan Watumalang, Wonosobo, Senin (25/2) kemarin.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Dalam waktu kurang dari satu bulan, lima santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Siwatu Desa Bumiroso Kecamatan Watumalang, Wonosobo, berhasil mengkhatamkan dan menghafalkan Al Quran sebanyak 30 juz. Untuk mensyukuri keberhasilan dalam menghafalkan kitab suci bagi umat Islam itu, lima santri melakukan tasyakuran dengan cara melakukan khataman Al Quran 30 juz di Aula Pondok Pesantren Miftahul Huda Siwatu, Senin (25/2) siang.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Siwatu, Yulia Sri Latifah menyebutkan, khataman dan tasyakuran tersebut dihadiri pengasuh dan orang tua santri dari berbagai daerah. Sejak pagi, lima santri melakukan tadarus, menghafalkan dan mengkhatam hingga sore hari, sampai dilangsungkan acara tasyakuran. Lima santri yang sukses menghafalkan Al Quran 30 juz tersebut antara lain, Farkhan Destriana Amin Putra (18) asal Wonosobo.

Selain itu, Ulin Nuha (18) asal Kulonprogo, Tholib Fua Rabbani (23) dari Batang, Fitriyatul Ummah (23) asal Cilacap dan Kholwatur Ramadhani (19) dari Grobogan. Dari lima anak tersebut Farkhan menghafalkan selama 49 hari. Sedang Ulin 21 hari, Tholib 28 hari dan Kholwatur 27 hari. Sementara Fitriyatul membutuhkan waktu 30 hari untuk menghafalkan Al Qur'an 30 jus. Hafalan dimulai sejak akhir Januari 2019.

Yulia mengungkapkan, program tahfidz (menghafal) 30 juz Al Quran bagi santri tersebut merupakan hasil kerjasama antara pihaknya dengan Yayasan Karantina Tahfidz Al Qur'an Nasional di Manis Kidul Jalakasana Kuningan Jawa Barat. "Kerjasama sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan sampai kini sudah melahirkan ratusan hafidz dan hafidzoh dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selama mengikuti program tahfidz santri wajib mengikuti karantina di PP Miftahul Huda Siwatu," katanya.

Menurutnya, setiap hari santri melakukan setoran kepada tim Muhafidz. Satu santri rata-rata mampu melakukan hafalan setoran satu sampai dua juz. Bahkan, tahun 2018 lalu, Lintal Muna (23), santri asal Pati mampu melakukan setoran hafalan 30 juz dalam waktu hanya satu minggu. "Dalam satu hari santri ditarget hafal satu juz sehingga dalam satu bulan bisa hafal dan khatam hingga 30 juz. Hafalan menggunakan metode yadain, yakni menghafal ayat, terjemah dan nomer ayat dengan visualisasi," ujar Yulia.

Jika dalam waktu satu bulan, tambahnya, santri tidak mampu menghafalkan Al Quran 30 juz akan dilanjutkan pada angkatan berikutnya. Namun dari peserta yang ada dalam satu bulan minimal peserta bisa menghafal sampai 20 juz Al Quran. Selain mendapat predikat sebagai hafidz dan hafidzoh, peserta yang sudah hafal Al Quran akan mendapat sertifikat sebagai penghafal Al Quran. Dari angkatan pertama hingga saat ini terhitung sudah ratusan hafidz/hafidzoh yang dihasilkan dari program ini.

Yulia menyebut penghafal Al Quran tergolong insan yang mulia. Pasalnya ada beberapa keistimewaan sebagai hafidz/hafidzoh, yakni menjadi keluarga Allah, termasuk manusia terbaik dihadapan Allah, berhak menjadi pemimpin umat, ditinggikan derajatnya di surga dan sebagai pewaris ilmu. "Selain itu, penghafal Al Quran juga diangkat derajatnya, mendapat ketenangan, rahmat, naungan malaikat dan dibanggakan Allah SWT. Bisa pula mendapat penghargaan dari Nabi, meraih nikmat kenabian," tegasnya.

Para hafidz dan hafidzoh, kata Yulia, juga bisa disejajarkan dengan para malaikat, mendapat syafaat di hari kiamat, meraih pahala yang melimpah dan berhak mempersembahkan mahkota pada kedua orang tuanya. Dia mengatakan tiap saat pihaknya bisa menerima santri baru. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.