Sedang Ditinggal Berkebun, Rumah Mroto Hangus Terbakar


PERIKSA RUMAH TERBAKAR: Anggota Koramil Garung bersama warga memeriksa kondisi rumah milik Mroto (65), warga Dusun Dawuhan RT 02 RW 02, Desa Kayugiyang, Kecamatan Garung, Wonosobo, hangus terbakar, Jumat (15/2) sekitar pukul 09.00

GARUNG (FOKUSSABA)- Sebuah rumah milik Mroto (65), warga Dusun Dawuhan RT 02 RW 02, Desa Kayugiyang, Kecamatan Garung, Wonosobo, hangus terbakar, Jumat (15/2) sekitar pukul 09.00. Kejadian rumah terbakar tersebut sontak membuat warga Desa Kayugiyang geger. Beruntung tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, karena sang pemilik sedang bekerja di kebun.

Komandan Koramil 04/Garung, Kapten Infanteri Sutarto mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.00. Diduga kebakaran tersebut disebabkan oleh api yang berasal dari tungku dapur yang masih menyala, namun sudah ditinggal pemiliknya. Kepulan asap tebal yang membumbung tinggi pun langsung menggemparkan warga sekitar.

"Kebakaran rumah milik Mroto (65) diduga disebabkan oleh api yang berasal dari tungku dapur yang diperkirakan masih hidup dan ditinggal pergi ke kebun oleh korban. Sepertinya setelah digunakan, api ditungku masih hidup dan ditinggal pergi ke kebun. Selang beberapa waktu api membakar bagian dapur milik korban," ungkapnya saat ditemui disela melakukan operasi pemadaman kebakaran bersama warga.

Dari tungku api membakar bagian dapur hingga merembet ke bagian atap. Didapati asap dan api sudah mulai membesar, warga yang melihat langsung meminta bantuan ke pemadam kebakaran dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
"Api bisa padam sekitar pukul 10.30 dan tidak sampai merembet ke bagian rumah lain," beber dia.

Api padam setelah masyarakat sekitar dibantu Koramil, Polsek Garung dan petugas Unit Pemadam Kebakaran BPBD Wonosobo membantu memadamkan api menggunakan mobil damkar. Atas kejadian tersebut, rumah mengalami rusak pada bagian dapur dan atap rumah. Beruntung peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun ditaksir korban mengalami kerugian material mencapai kurang lebih Rp 7 juta.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati ketika meninggalkan rumah. Pastikan alat elektronik dilepas maupun api ditungku harus dipastikan mati terlebih dahulu. "Meskipun saat ini masih sering terjadi hujan musibah kebakaran bisa saja terjadi akibat kecerobohan atau kelalaian masyarakat, meskipun hal yang dianggap sepele. Namanya api bisa saja muncul baik dari bara yang mati sempurna ataupun listrik korslet," tutur dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.