Seluruh ASN di Wonosobo Bakal Dipastikan Tak Gunakan Narkoba



PERIKSA URINE : Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Temanggung memeriksa kondisi urine puluhan pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Temanggung, kemarin.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Temanggung akan memastikan kalangan aparatur sipil negara (ASN) bebas dari penyalahgunaan narkoba. "Tidak hanya di Temanggung, ASN di Wonosobo juga akan menjalani tes urine. ASN harus bersih dari penyalahgunaan narkoba," ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Temanggung, Soni Hendrawan.

Pihaknya berharap pejabat pemerintahan tetap menjaga diri agar tidak terlibat dalam penggunaan narkoba, apalagi sampai mengedarkan barang haram tersebut.
BNN Kabupaten Temanggung mengaku akan selalu bekerja sama dengan sejumlah intansi pemerintah akan selalu melakukan pemeriksaan urine para pegawai, termasuk para pegawai di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Untuk memastikan para pegawai tidak menyalahgunakan narkoba, sebanyak 41 pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Temanggung telah menjalani tes urine, kemarin. Tes urine tersebut dilakukan bekerja sama dengan BNN Kabupaten Temanggung. "Tes urine kepada para pegawai dilakukan untuk memastikan mereka tidak menyalahgunakan narkoba," ujar Kepala Rutan Kelas II B Temanggung Bambang Wijanarka.

Dari semua pegawai Rutan Kelas II B Temanggung yang menjalani tes urine, semua hasilnya negatif. Menurut dia, terdapat sebanyak 41 pegawai menjalani tes urine tersebut, satu pegawai yang sedang cuti akan diperiksa jika dirinya sudah masuk. Mengenai tes urine tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut langkah-langkah progresif dalam upaya serius pemberantasan narkoba.

"Sebelum membersihkan yang di dalam, yakni para tahanan dan narapidana, maka sapunya harus bersih dulu," tutur dia. Bambang mengungkapkan, kegiatan tes urine merupakan program dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia. Tes urine tersebut bukan hanya dilakukan sekali saja, tetapi beberapa waktu sebelumnya juga dilakukan hal yang sama.

"Pada tes urine ini, tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada para pegawai demi kemurnian hasil. Jadi sengaja kami lakukan mendadak," bebernya. Dia menegaskan, jika memang ada pegawai Rutan Kelas II B Temanggung yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut. Jika memang bersalah, maka akan ditindak sesuai aturan, seperti pembinaan di kantor wilayah. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.