Seluruh Kepala Desa di Wonosobo Diminta Tak Mengarahkan Warganya Pilih Calon Tertentu


DAPAT PENGARAHAN : Sejumlah kepala desa mendapatkan pengarahan dalam Sosialisasi Pemilu yang digelar Desk Pemilu Pemkab Wonosobo di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, Rabu (13/2) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Seluruh kepala desa baru di Wonosobo diminta tak mengarahkan warganya, untuk memilih salah satu pasangan calon Presiden Wakil Presiden, maupun calon anggota legislatif dalam Pemilu Serentak 2019. "Selaku pejabat publik, tidak boleh mengarahkan untuk memilih salah satu pasangan calon maupun calon," ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonosobo Sumali Ibnu Chamid.

Penegasan itu disampaikan Sumali saat memberikan paparan Sosialisasi Pemilu 2019 kepada Ratusan Kepala Desa di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, Rabu (13/2) siang. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo, Asma Khozin dan Sekretaris KPU Wonosobo Sumekto dan Asisten Pemerintahan Setda Wonosobo, Muhammad Aziz Wijaya.

Lebih lanjut disebutkan, saat ini aturan mengenai Pemilu Serentak 2019 sudah sangat rigit. Jadi kepala desa maupun perangkat desa agar selalu berhati-hati. Karena penggunaan fasilitas negara maupun kegiatan yang dibiayai negara, rawan ditumpangi untuk kegiatan kampanye politik. "Saat ini sudah ada kasus caleg yang menggunakan kegiatan yang dibiayai negara dan telah diputuskan bersalah di Pengadilan Negeri Wonosobo," beber dia.

Menurutnya, kepala desa tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Karena kepala desa dinilai merupakan jabatan yang potesial ditumpangi kegiatan partai politik maupun peserta pemilu. "Jangan sampai kepala desa malah memfasilitasi kegiatan pemerintahan desa untuk mengenalkan calon kepada masyarakat. Sejauh ini kami belum menemukan kepala desa melakukan pelanggaran, semoga tetap dipertahankan," beber dia.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setda Wonosobo Muhammad Aziz Wijaya menyebutkan, pada kesempatan itu, kepala desa yang mendapat pengarahan pemilu yakni kepala desa baru yang telah terpilih dalam Pilkades Serentak 2018. "Dari sebanyak 166 kepala desa yang telah terpilih dalam Pilkades Serentak 2018, kesempatan ini ada sebanyak 94 kepala desa baru yang bukan merupakan incumbent," ungkapnya usai sosialisasi.

Menurut dia, selaku Desk Pemilu pihaknya berkewajiban memberikan pendidikan dan pengarahan kepada para kepala desa baru, agar mereka tidak terlibat dalam politik praktis. "Semoga setelah mendapatkan pengarahan mereka bisa lebih tahu dan tidak melakukan kegiatan memfasilitasi partai politik maupun calon. Apalagi sampai mengarahkan warganya untuk memberikan dukungan kepada partai politik maupun calon tertentu. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.