Sempat Dicari-cari, Warga Tracap Malah Tewas Tertimpa Pohon Albasia

Ahmad Dhohir Salim (49) tewas tertimpa sebuah pohon jenis albasia yang ditebang, Rabu (27/2) sekitar pukul 15.00. Korban mengalami luka serius pada tulang kepala bagian belakang yang hancur karena tertimpa pohon tersebut.

OLAH TKP : Anggota Polsek Kaliwiro melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) seorang warga yang tewas tertimpa pohon yang tengah di tebang di Kampung Kemukus Kelurahan Kaliwiro Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, Rabu (27/2) kemarin.

KALIWIRO (FOKUSSABA)- Seorang warga
Dusun Karangsari RT 18 RW 05, Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, Ahmad Dhohir Salim (49) tewas tertimpa sebuah pohon jenis albasia yang ditebang, Rabu (27/2) sekitar pukul 15.00. Korban menghembuskan nafas terakhirnya, karena mengalami luka serius pada tulang kepala bagian belakang yang hancur karena tertimpa pohon.

Kapolsek Kaliwiro, Iptu Trubus Widodo mengungkapkan, informasi yang dihimpun peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00. Kala itu, korban Ahmad bersama empat rekannya sedang menebang sebuah pohon albasia yang dibeli dari warga Kampung Kemukus, Kelurahan Kaliwiro. "Namun, nasib nahas dialami oleh Ahmad, yang saat itu menarik pohon bersama sejumlah temannya," ujarnya.

Karena, pada saat menebang kayu berdiameter 90 centimeter tersebut, ia bersama satu temannya bertugas menarik kayu agar tidak menimpa batang kayu di sebelahnya. "Pada saat pohon albasia hampir roboh, satu temannya tersebut lari menghindar ke samping kiri, sedangkan korban lari lurus dengan kayu yang roboh tersebut dan langsung menimpa tubuh korban," beber dia.

Sesaat setelah kayu tersebut roboh, keempat teman korban belum mengetahui bahwa korban tertimpa kayu. Namun, setelah ditunggu beberapa saat korban tidak muncul, kemudian keempatnya mencari korban dan menemukan korban sudah tergeletak terlentang tidak bergerak di bawah pohon yang roboh tersebut. "Keempat saksi tersebut langsung menolong korban," imbuhnya.

Saat berupaya menolong korban, diketahui korban sudah meninggal dunia dengan luka tulang tengkorak bagian belakang hancur tertimpa batang pohon albasia. Atas kejadian tersebut, pihak desa melaporkannya ke Polsek Kaliwiro. Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan desa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal dunia karena mengalami luka pada tulang kepala bagian belakang.

"Hasil pemeriksaan tim medis, tulang kepala bagian belakang korban hancur. Jadi memang itu murni karena tertimpa pohon albasia yang tengah ditebang. Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian tersebut merupakan musibah. Karena musibah bisa saja menimpa siapapun, kapanpun dan dimanapun," tuturnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.