Tangani Tanah Longsor, Dua Alat Berat Dikerahkan


BERSIHKAN LONGSOR : Alat berat dikerahkan membersihkan material tanah longsor tebing di pinggir Jalan Raya Magelang-Semarang di Desa Ngipik, Pringsurat, Temanggung, kemarin.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantuan (SKPD TP) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah menerjunkan dua alat berat untuk menangani tebing longsor di pinggir Jalan Raya Magelang-Semarang di Desa Ngipik, Pringsurat, Temanggung, kemarin. Pihak Bina Marga Jawa Tengah mengaku selalu siap melakukan penanganan cepat jika memang terjadi longsor seperti itu.

Kepala SKPD TP Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah, Adhi Wirawan mengungkapkan, pengerahan dua alat berat dilakukan guna menyingkirkan material longsor yang menutup saluran air dan bahu jalan. "Rencananya semalam langsung akan ditengani tetapi melihat kondisi gelap dan pertimbangan badan jalan juga aman untuk lalu lintas dan hal itu hanya menutup bahu jalan dan tidak mengganggu lalu lintas maka dikerjakan pagi ini," tutur dia.

Dia menuturkan, material longsor yang menutup jalan, untuk sementara dipindah ke seberang jalan, karena diminta warga untuk digunakan sebagai tanah uruk jalan kampung. "Kebetulan ada masyarakat yang meminta material longsor, yang penting buat kami material bersih dari bahu jalan tersebut. Dampak dari longsor ini tidak berpengaruh besar terhadap lalu lintas, tetapi ketika akan menyingkirkan material longsor dampaknya menjadi cukup besar," beber dia.

Saat proses pembersihan, diakui lalu lintas menjadi tersendat karena alat berat butuh area untuk bermanuver. Hal itu diamini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) S 02 Pringsurat Secang batas Yogyakarta, Suhendi. Dia mengatakan prinsipnya pihak Bina Marga Jawa Tengah selalu siap jika ada kejadian longsor seperti ini. Tim yang menangani kejadian ini dari Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga dan Ciptakarya Provinsi Jawa Tengah dan dari penyedia jasa Armada.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan, tebing longsor di pinggir Jalan Raya di Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat tersebut terjadi pada Minggu (10/2) sekitar pukul 16.30. Longsor tersebut dipicu oleh hujan deras yang terjadi di kawasan tersebut sejak Minggu siang.

Hal itu mengakibatkan saluran air di sisi jalan tertutup longsor dan menutup bahu jalan selebar lima meter, ketinggian tebing longsor sekitar 15 meter dan panjang 20 meter. Selain di Ngipik Kecamatan Pringsurat, tanah longsor juga terjadi Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo pada Senin sekitar pukul 01.30. Material longsor berupa tanah dan rumpun bambu menutup akses jalan Desa Tawangsari menuju Desa Wates Kecamatan Wonoboyo. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.