Tim Blusukan Jokowi Dengungkan Pemilih Cerdas dan Beretika


BELI BERAS MURAH : Sejumlah warga membeli sembako dengan harga murah disela acara Deklarasi Tim Blusukan Jokowi Wonosobo di Balai RW Kampung Sruni Kelurahan Jaraksari, Kecamatan Wonosobo, Sabtu (9/2) lalu.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Tim Bulaksumur untuk Kemenangan (Blusukan) Jokowi Pusat menilai Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) bukanlah sebuah peperangan, melainkan pesta demokrasi yang harus dilakukan secara damai. Karena itu, pihaknya mengimbau agar para pendukung yang memperjuangkan pasangan calon Joko Widodo dan Ma’ruf Amin untuk tetap melakukan cara-cara yang beretika.

"Seluruh simpatisan harus dapat terus bersinergi dan mewujudkan agar Jokowi dapat terpilih sekali lagi demi kemajuan negara. Tentu dengan cara-cara yang beretika," ujar Ketua Umum Blusukan Jokowi, Teguh Indrayana saat melakukan Pengukuhan Tim Blusukan Jokowi Wonosobo dan Bazar Sembako Murah di Balai RW Kampung Sruni Kelurahan Jaraksari, Kecamatan Wonosobo, Sabtu (9/2) kemarin.

Menurut Teguh, acara deklarasi tersebut disertai pasar murah ini untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi di Wonosobo. Selain itu untuk mensolidkan para relawan dan simpatisan agar tetap memilih Jokowi menjadi Presiden RI dalam Pemilu 2019. "Kami disini untuk membantu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Untuk pasar murah disediakan ratusan paket sembako, semoga bisa membantu warga yang kurang mampu," bebernya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga untuk menggalang dukungan masyarakat kepada Jokowi. Tim Blusukan Jokowi, katanya, terus menggalang dukungan secara simultan. Setelah Medan, Sumatera Utara, Semarang, dan Wonosobo. Nama Blusukan Jokowi digunakan mengacu pada komunitas alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) lintas fakultas dan lintas angkatan yang mempunyai pandangan politik yang sama.

Mereka bersepakat untuk mendukung dan memilih Jokowi pada Pemilu Presiden 2019. Blusukan Jokowi pertama kali dideklarasikan pada tahun 2014. Sedangkan Bulaksumur adalah domisili Kampus UGM di Yogyakarta, almamater alumni UGM. Hal itu diamini Ketua Blusukan Jokowi Wonosobo, Eka Gunadi yang mengajak para pendukung Jokowi dan masyarakat Wonosobo untuk menjadi pemilih yang cerdas.

"Saya mengajak para simpatisan dan seluruh masyarakat Wonosobo agar menjadi pemilih yang cerdas. Saya kira di tengah kabar hoax bertebaran, kita harus menjadi garda terdepan agar bagaimana pemilu itu riang gembira dan cerdas menggunakan hak pilihnya. Mari ikut melakukan pengawasan Pemilu 2019, demi suksesnya gelaran pesta demokrasi tersebut," katanya saat ditemui usai acara deklarasi. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.