Tingkatkan Layanan bagi Pasien, RSUD KRT Setjonegoro Bakal Jadi Smart Hospital

Plt Direktur RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Danang Sananto Sasongko menargetkan, rumah sakit yang dikelolanya bakal menjadi smart hospital pada tahun 2019. Pemanfaatan aplikasi pendaftaran pelayanan rumah sakit secara online bakal ditingkatkan.

PIMPIN PERTEMUAN : Pelaksana Tugas (Plt) RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Danang Sananto Sasongko memimpin Pertemuan Lintas Sektor di Aula RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Senin (25/2) sore.


WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Danang Sananto Sasongko menargetkan, rumah sakit yang dikelolanya bakal menjadi smart hospital pada tahun 2019. Untuk menuju target tersebut, pihaknya terus berupaya meningkatkan layanan dan berbagai upaya kemudahan layanan bagi masyarakat, diantaranya meningkatkan pemanfaatan aplikasi pendaftaran pelayanan rumah sakit secara online.

Hal itu ditegaskan Danang saat ditemui seusai acara Pertemuan Lintas Sektor yang meliputi berbagai stakeholder, tokoh masyarakat, pemangku kepentingan dan fasilitas kesehatan di lingkungan RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Senin (25/2) sore. Acara tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan sejumlah OPD terkait, Polres Wonosobo, Kodim 0707/Wonosobo, Camat, Puskesmas hingga perwakilan Posyandu.

Menurut Danang, RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo saat ini sudah mendapatkan akreditasi bintang lima. Jadi pihaknya terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. "Diantaranya kami akan membuat aplikasi pendaftaran secara online supaya masyarakat yang akan mendaftarkan pelayanan di rumah sakit tidak perlu mengantre dari pagi hari. Cukup mendaftar melalui smartphone dari rumah," ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Wonosobo 1 itu menyebukan, adanya pertemuan lintas stakeholders tersebut memang guna menjaring aspirasi masyarakat Wonosobo. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat. "Kami ingin mengetahui apa yang dinginkan dan diharapkan oleh masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Wonosobo," tutur dia.

Selain itu, kata dia, agar masyarakat tahu apa saja yang sudah dilakukan dan produk-produk dari pihak rumah sakit. Melalui pertemuan yang digelar tersebut, pihaknya ingin menyamakan persepsi antara masyarakat, lembaga lain dan rumah sakit, agar kedepan mampu memberikan layanan terbaik. Sehingga, baik yang memberikan pelayanan maupun mendapat pelayanan kesehatan dapat mendapatkan sesuai apa yang diharapkannya.

"Dari pertemuan ini masih ada yang mengeluhkan mengenai layanan BPJS. Banyak masyarakat yang menggunakan BPJS masih takut tidak mendapatkan pelayanan yang baik, padahal semua sama saja. Meskipun saya Plt Direktur juga memakai BPJS, pelayanannya juga sama seperti masyarakat yang lain. Untuk bisa mendapatkan pelayanan saat berobat, saya juga harus mengantre dan memenuhi prosedur yang ada," bebernya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.