Masyarakat Diminta Mewaspadai Peredaran Uang Palsu


TUNJUKAN UANG PALSU : Para tersangka menunjukkan uang palsu yang belum dipotong saat ungkap kasus di Mapolres Temanggung, Kamis (14/2) lalu.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Masyarakat di wilayah hukum Polres Temanggung diminta mewaspadai peredaran uang palsu. Jika menemukan hal-hal mencurigakan terkait peredaran uang tiruan rupiah, diharapkan segera melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat. Pasalnya, ancaman hukuman bagi penyimpan uang palsu, apalagi sampai mengedarkan kepada masyarakat tak main-main.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus penyimpanan uang palsu dari dua tersangka, antara lain Ahmad Saefudin (35) warga Dusun Gentan RT 002 RW 007, Desa Donorojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang dan Sungkono (61) warga Dusun Krajan RT 010 RW 004, Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso.

Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada para pelaku dan saksi di Mapolres Temanggung. Karena kedua tersangka melakukan tindak pidana memiliki dan menyimpan yang diketahuinya merupakan uang palsu, sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat (2) juncto pasal 26 ayat (2) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, mereka diancam hukuman selama-lamanya 10 tahun dan denda paling tinggi Rp 10 miliar.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti, menambahkan, untuk memastikan pecahan uang tersebut asli atau tidak, selanjutnya pihaknya akan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah dan akan dilakukan uji forensik di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Pihaknya mengimbau masyarakat di wilayah Temanggung tetap waspada dengan peredaran uang palsu di lingkungannya.

Untuk diketahui, cara masyarakat mengetahui uang asli ataupun palsu, yakni dengan cara 3D, yakni dilihat, diraba dan diterawang. Kemajuan teknologi dan kemudahan mendapat mesin cetak dan pemindai gambar, menjadi faktor terus merebaknya kejahatan peredaran uang palsu di masyarakat. Jadi masyarakat harus jeli saat melakukan transaksi jual beli menggunakan uang tunai.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Temanggung meringkus dua tersangka pemilik sebanyak 500 lembar kertas yang diduga uang palsu pecahan Rp 100.000 senilai Rp 50 juta. Turut diamankan juga 12 lembar kertas yang diduga uang palsu pecahan Rp 100.000 yang belum di potong, serta satu buah tas laptop warna hitam tempat untuk membawa dan menyimpan uang kertas palsu yang belum dipotong.

Ratusan lembar uang palsu tersebut disita dari tangan tersangka Ahmad Saefudin (35) dan Sungkono (61). Turut diamankan satu buah tas punggung warna hitam tempat untuk membawa dan menyimpan uang palsu yang sudah dipotong. Juga satu unit kendaraan bermotor merk Daihatsu Xenia bernomor polisi AB-1323-UE atas nama Rusmiyanto alamat Karangjati 18/41 Sinduadi Mlati, Sleman, Yogyakarta. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.