231 Layanan Pinjaman Online Ilegal Dihentikan



BERI KETERANGAN: Anggota Dewan Komisioner OJK Pusat yang Membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara memberikan keterangan disela kegiatan Pagelaran Wayang Kulit di Alun-alun Wonosobo, baru-baru ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi juga telah menghentikan kegiatan 231 penyelenggara layanan pinjaman online yang tidak terdaftar atau tidak memiliki izin dari OJK. Atas kondisi masyarakat di seluruh wilayah diimbau tetap waspada dan jangan tergiur penawaran tidak jelas.

Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Komisioner OJK Pusat yang Membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara disela kegiatan Pagelaran Wayang Kulit yang digelar OJK menggandeng Pemerintah Kabupaten Wonosobo di Alun-alun Wonosobo, belum lama ini. Pagelaran wayang kulit dalam rangka Edukasi Keuangan 2019 itu dibuka Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo.

Menurut dia, meskipun sudah banyak yang dihentikan, banyak juga yang muncul melakukan operasional di masyarakat. "Saat ini banyak entitas atau perusahaan yang memberikan pinjaman online (pinjol) atau Fintech Peer-To-Peer Lending yang melakukan kegiatannya melalui aplikasi yang terdapat di appstore atau playstore tidak berizin," beber dia.

Bahkan, kata dia ada juga yang menawarkan di sosial media yang tidak terdaftar dan tidak berizin dari OJK, sehingga berpotensi merugikan masyarakat. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak melakukan transaksi melalui pinjaman online yang tidak terdaftar atau berizin OJK tersebut. "Hal itu agar masyarakat tidak dirugikan ulah pinjaman online ilegal tersebut," tandasnya.

Lebih lanjut Tirta menyebutkan, bebagai bentuk perlindungan kepada konsumen dan masyarakat secara berkelanjutan dilakukan. Masyarakat yang ingin melakukan transaksi pada pinjaman online harus memperhatikan, pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan, pinjam untuk kepentingan yang produktif, dan pahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda, dan risikonya.

"Sebelum tertarik dengan tawaran–tawaran itu, pertama cek dulu apa ada izinnya, minta dijelaskan lagi gimana cara kerjanya. Setelah itu pahami lagi manfaat dan risiko produk yang ditawarkan. Masyarakat harus menanyakan juga hak dan kewajiban kamu sebagai konsumen. Masyarakat bisa juga cek izin dari perusahaan melalui contact center OJK dengan menelepon ke 157," terang dia.

Tirta menyebutkan kegiatan seperti halnya pagelaran wayang kulit sudah dilakukan di seluruh tanah air. Hanya saja kemasan acara berbeda, ada wayang kulit, wayang golek maupun kearifan lokal daerah lainnya. Diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat membantu menguri-uri budaya dan kesenian lokal daerah yang menjadi tempat acara edukasi dan literasi keuangan oleh OJK.

"Dengan kearifan lokal wayang kulit ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang OJK dan lembaga keuangan. Tiga obyek yang diawasi OJK antara lain, industri keuangan bank, industri keuangan non bank dan industri pasar modal. Karena OJK memiliki peranan dalam edukasi dan perlindungan konsumen. Dua kegiatan itu penting dilakukan untuk bisa memberikan jaminan investasi yang benar," beber dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.