400 Hektare Lahan Bawang Putih di Temanggung Dipanen, Dukung Swasembada Bibit Bawang Putih 2019


PANEN RAYA : Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi bersama Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Temanggung melakukan panen raya bawang putih di Desa Petarangan Kecamatan Kledung, Temanggung, Kamis (28/3) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Temanggung melakukan panen raya bawang putih di Desa Petarangan Kecamatan Kledung, Temanggung, Kamis (28/3) siang. Panen raya dipimpin Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi bersama Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Temanggung.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi mengungkapkan, wilayah Temanggung dinilai menjadi daerah potensial pengembangan bawang putih nusantara. Kabupaten Temanggung merupakan daerah penghasil bawang putih terbaik kedua, setelah wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya menargetkan bisa melakukan swasembada komoditas bawang putih untuk keperluan konsumsi pada 2021 mendatang.

Menurut dia, Kementan RI terus gencar mendorong pencapaian swasembada bawang putih tersebut, guna mewujudkannya penumbuhan sentra bawang putih baik di Jawa maupun luar Jawa. "Di wilayah Jawa, salah satu daerah penghasil bawang putih yang menjadi sentra adalah di Temanggung. Diharapkan Temanggug akan menjadi sentra produksi bawang putih produktif yang bisa menjadi penyangga nasional," harap pria berkumis tipis itu.

Suwandi mengungkapkan, panen raya bawang putih di wilayah Desa Petarangan Kecamatan Kledung, Temanggung, luasan mencapai 400 hektare. Padahal lahan pertanian bawang putih siap panen di wilayah Temanggung mencapai sebanyak 3.300 hektare. Pihaknya mengaku bangga melihat panen bawang putih di wilayah Temanggung, karena produktivitasnya cukup tinggi pada kisaran lebih dari 10 ton basah per hektare.

Padahal, lanjut dia, petani hanya ditargetkan bisa memanen bawang putih sekitar enam ton basah per hektare. "Dengan hasil panen ini, tentu merupakan prestasi produksi yang baik. Karena sebenarnya enam ton basah per hektare saja sudah bagus. Artinya potensi bawang putih di Temanggung sangat bagus. Sekarang kita memanen bawang putih 400 hektare dari pertanaman 3.300 hektare. Sebagian masih ada proses jadi," tutur dia.

Lebih lanjut, Suwandi menjelaskan, jika lahan yang dipanen mencapai 400 hektare, dan setiap hektare bisa menghasilkan 10 ton basah, maka dalam kesempatan itu Temanggung telah menghasilkan sekitar 4.000 ton bawang putih. Jadi, potensinya sangat bagus. Dari 400 hektare bawang putih tersebut, akan dijadikan untuk benih. "Tidak hanya di Temanggung, tapi di seluruh Indonesia juga akan dijadikan benih dulu beberapa tahun ini," jelasnya.

Tahun ini, pihaknya menagetkan bisa swasembada benih bawang putih. Namun untuk tahun 2021, Indonesia optimis bisa swasembada bawang putih untuk keperluan konsumsi. Selama ini Indonesia masih mengandalkan import, karena hasil pertanian belum mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Untuk mendorong program swasembada bawang putih itu, jika sebelumnya total ada 82 kabupaten atau kota, kini akan ditambah menjadi 110 kabupaten atau kota.

Untuk produksi bawang putih pada tahun 2018 di 82 kabupaten mencapai sekitar 10.000 hektare telah di proses menjadi benih semua. Seluruh hasil panen bawang putih di Indonesia tahun 2019 hingga 2020 juga masih akan difokuskan untuk benih. Pihaknya memperkirakan, tahun 2019 secara nasional akan ditanam bawang putih minimal 30.000 hektar, terdiri dari APBN sebesar 10.425 hektare, wajib tanam importir 8.000 hektar. Untuk sisanya dari investor dan swadaya masyarakat.

Tahun 2021 pihaknya menargetkan akan mampu menanam 100.000 hektar, sehingga swasembada benar-benar terwujud. Dari sebanyak 100.000 hektare bawang putih tersebut, sebanyak 70.000 hektare untuk konsumsi dan sisanya untuk benih. "Ini proses untuk mengembalikan kejayaan bawang putih nasional kita. Ini kerja hebat yang perlu keterlibatan semua pihak. Jadi dua tahun ini difokuskan dulu pemenuhan bibit, tahun 2021 baru stop import bawang putih," tegasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.