Bawaslu Beri Sosialisasi Pengawasan Pemilu di Kalangan Umat Katholik dan Budha


Ketua Bawaslu Wonosobo Sumali Ibnu Chamid bersama empat Anggota Komisioner Bawaslu terdiri Eko Fifin Haryanti, Danil Arviyan, Nasir Salasa dan Anas mendatangi Jamaat Katholik di Gereja Santo Paulus Wonosobo.

WONOSOBO (FOKUSSABA)
- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonosobo mendatangi tiap komunitas agama. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Bawaslu mendatangi komunitas Agama Katholik dan Umat Budha, untuk melakukan sosialisasi pengawasan pemilu, Sabtu-Minggu (9-10/3) kemarin.

Kegiatan dilakukan dengan menyasar Jamaat Katholik dan Umat Buddha yang dilakukan secara terpisah. Pada Sabtu malam Komisioner Bawaslu terdiri, Sumali Ibnu Chamid Ketua Bawaslu Wonosobo dan empat Anggota Komisioner Bawaslu terdiri Eko fifin Haryanti, Danil Arviyan, Nasir Salasa dan Anas mendatangi Jamaat Katholik di Gereja Santo Paulus Wonosobo.

Setelah itu pada Minggu, mereka mendatangi Vihara Amita Buddha Sumbing di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar. Sosialisasi yang dilakukan oleh Bawaslu ini mendapatkan respon positif dari para pemuka agama. Romo Yuliono Ketua Dewan Paroki Wonosobo menyampaikan kesan kehadiran Bawaslu Wonosobo di Gerejanya memberikan wawasan bagi para Jamaatnya tentang pentingnya pengawasan pemilu.

“Kami sangat senang dengan kedatangan Bawaslu, karena Jamaat kami mendapatkan informasi tentang pentingnya pengawasan pemilu,” katanya. Tak hanya itu, Romo asal Mertoyudan ini mengaskan, selian mendorong Jamaatnya untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu 2019, juga mendorong Jamaatnya secara bertanggungjawab dalam memilih, dan menjadi pemilih yang berani menolak politik uang.

“Saya juga ikut menegaskan dalam khotbah tadi menganjurkan kepada kepada jamaat agar menolak politik uang,” tegasnya. Sementara itu, Subarno Pandita Vihara Amita Buddha Sumbing menyampaikan hal senada, kehadiran Bawaslu dinilai sangat baik dalam mendorong demokrasi yang berkualitas di Wonosobo. Pihaknya akan ikut terlibat mendorong Umat Buddha ikut mengawasi Pemilu. “Tadi kami bersama umat juga berdeklarasi tolak politik uang,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Wonosobo Sumali Ibnu Chamid menambahkan, kegiatan sosialisasi terus dilakukan oleh Bawaslu demi mewujudkan pemilu bersih, adil dan bermartabat. Diantaranya selain melakukan sosialisasi ditiap Kecamatan, keterlibatan Tokoh-tokoh Agama dalam pemilu menjadi kunci dalam menumbuhkan kesadaran budaya tolak politik uang.

“Tokoh-tokoh agama memiliki peran strategis, karena menjadi panutan bagi umat dan jamaatnya, maka Bawaslu merasa wajib berkolaborasi dengan tiap tokoh agama di Wonosobo,” tegasnya. Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubal Danil Arviyan menambahkan, Bawaslu Wonosobo dalam melakukan sosialisasi dengan berbagai metode.

Diantaranya pendekatan seni budaya, seminar, semiloka, dengan tokoh agama serta jemput bola ketiap komunitas. Tujuanya menghidupkan kesadaran warga untuk menjadi pengawas pemilu partisipatif. “Kami mengajak pada tiap rumah di Wonosobo menjadi keluarga yang berani tolak pilitik uang,” katanya.

Selain beberapa kegiatan yang sudah dilakukan Bawaslu Wonosobo masih memiliki beberapa kegiatan lain, siantaranya Lengger Tolak Money Politic, Sosialisasi Desa Terpencil, se rta Deklarasi Desa Tolak Politik Uang di Desa Kaliwiro. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.