Cuaca Ekstrim, Hasil Panen Durian Ngropoh Menurun


Sejumlah masyarakat berkunjung ke Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan, Temanggung untuk menikmati durian lokal khas desa setempat.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)-
Cuaca ekstrim di musim hujan 2019 menyebabkan hasil panen durian di wilayah Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan, Temanggung turun drastis. Jika di tahun-tahun sebelumnya hasil panen cukup bagus pada periode Februari dan Maret, namun tahun ini hasil panen hanya sekitar 20-25 persen saja. Meskipun demikian, durian Ngropoh tetap diburu penggemar durian dari berbagai kota seperti Jakarta, Solo, Yogyakarta, Kebumen, Purwokerto , Bandung dan lainnya.

Ketua Kelompok Tani Desa Ngropoh Waluyo mengatakan, 2019 ini pihaknya tidak menyelenggarakan Festival Durian seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena panen tahun ini terkendala musim hujan yang tidak bersahabat sehingga volume panennya hanya sekitar 25 persen dibanding tahun 2018. "Musim panen tahun 2019 ini di bulan Februari dan Maret. Namun musim panen berbarengan dengan musim hujan ekstrim jadi hasil kurang maksimal," beber dia.

Meskipun tidak diselenggaran festival, di sejumlah kebun durian petani terlihat lalu lalang mobil pribadi ber pelat nomor luar kota masuk ke Desa Ngropoh untuk berburu durian lokal. Tak tanggung tanggung ketika petani mengatakan stoknya habis, mereka bersedia menunggu untuk dipetikkan terlebih dahulu di kebun. Bahkan banyak pula yang ikut ke lokasi pohon durian dan melihat cara petiknya yang masak pohon kemudian menyantapnya langsung di bawah pohon.

"Pecinta durian Desa Ngropoh tetap saja berdatangan dan memilih outbound ke lokasi tanaman durian untuk petik durian masak pohon. Rombongan biasanya sekeluarga atau komunitas tertentu maupun perseorangan yang datang ke Ngropoh bukan sekedar mebeli durian namun juga ingin menikmati sejuknya panorama di embung Abimanyu di kawasan durian Desa Ngropoh," beber dia. Hal itu diamini Sarman, petani durian desa setempat.

Dia mengatakan, saat ini nama durian Ngropoh sudah terkenal. Hal itu membuatnya semangat untuk melestarikan durian lokal di desanya. Bahkan ia membuktikan jualan durian Ngropoh sampai ke Semarang dan Kendal ternyata habis terjual dalam dua jam saja. Tahun ini meski panennya hanya 20 persen dari tahun 2018, namun pengunjungnya tetap meningkat dan memburu yang masak pohon.

Senada, pecinta durian dari Jakarta Nana mengatakan, setiap mendengar lokasi durian yang enak pasti mencoba mengunjungi tempatnya. Dan di Ngropoh ini menemukan citarasa durian local yang legit, lezat dan manis mantap. Kali ini ia datang bersama keluarga dan menyantap langsung durian masak pohon mesti harus menunggu cukup lama karena petaninya harus memetik ke ladang. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.