Dijanjikan Akan Dinikahi, TKW Asal Temanggung Tertipu Rp 150 Juta


TUNJUKAN TERSANGKA : Kasubbag Humas AKP Henny Widiyanti menunjukkan tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus di Mapolres setempat, Selasa (19/3) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Dijanjikan akan dinikahi, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Temanggung tertipu Rp 150 juta. Tak hanya uang yang raib, harga diri korban Rb (43) warga Dusun Nolobangsan Timur RT 03 RW 03 Desa Menggoro Kecamatan Tembarak, Temanggung juga telah direnggut tersangka Supriyadi (40) warga Dusun Tlangu RT 05 RW 05 Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo, Kendal.

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasubbag Humas AKP Henny Widiyanti mengungkapkan, tersangka bukan hanya melakukan aksi penipuannya terhadap korban Rb, tetapi ada dua korban lain yang juga merupakan TKW, masing-masing asal Jakarta dan Wonosobo. "Korban yang melaporkan ke kami Rb. Setelah kami melakukan penyidikan dan pengembangan, tersangka kami tangkap," ujarnya dalam ungkap kasus kemarin.

Menurut dia, modus operandi yang dilakukan para pelaku untuk melakukan bujuk rayu kepada para korban, yakni dengan berkenalan melalui media sosial facebook. Setelah aktif menjalin hubungan melalui layanan messenger pelaku melakukan pertemuan dengan korban. Bahkan, pengakuan tersangka, ada sejumlah korban yang sudah ditiduri. Setelah itu, mereka menjanjikan akan menikahi korbannya dan meminta sejumlah uang.

Dia menjelaskan, kronologis kejadian tersangka dan korban Rb sekitar tahun 2016 di rumah korban Rb, tersangka melakukan tindak pidana penipuan dana atau penggelapan dengan cara meminjam uang kepada korban sebesar Rp 35 juta. Alasan tersangka uang tersebut akan digunakan untuk usaha bersama. Tetapi uang tersebut tanpa sepengetahuan korban digunakan untuk membeli sepeda motor Yamaha Vixion.

Setelah itu, korban berangkat kerja ke Taiwan menjadi TKW. Tetapi sebelum Korban berangkat ke Taiwan, tersangka melamar korban terlebih dahulu di rumah korban. Namun oleh pihak keluarga korban ditolak, karena tersangka ternyata masih dalam proses cerai dengan istrinya yang belum selesai. Sedangkan korban juga masih dalam masa iddah, maka lamaran itu ditunda dan oleh keluarga korban diterima sebagai silaturahmi.

Dengan kondisi itu, tersangka berjanji akan menikahi korban setelah pulang dari Taiwan. Selama korban bekerja di Taiwan, tersangka selalu meminta untuk dikirimi uang dengan alasan untuk modal usaha demi masa depan mereka berdua. Karena korban merasa percaya dengan janji-janji yang disampaikan oleh tersangka, permintaan tersangka dituruti oleh korban, dengan menggunakan jasa pengiriman uang dari Taiwan.

Uang tersebut ditransfer ke rekening tersangka mulai dari tahun 2016 sampai tahun 2017 berjumlah Rp 150 juta. Saat korban pulang dari Taiwan pada akhir tahun 2018, korban menagih janji dan menanyakan usaha yang diceritakan selama korban di Taiwan kepada tersangka, namun tersangka berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Setelah dicek oleh korban semua usaha yang diceritakan selama Korban di Taiwan ternyata tidak ada atau fiktif.

"Uang yang sudah dikirim korban selama di Taiwan ternyata digunakan untuk membayar hutang-hutang milik tersangka. Mengetahui hal tersebut korban merasa tertipu dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tembarak. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta. Atas kasus tersebut, tersangka diancam pasal 378 Jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya empat tahun penjara," bebernya.

Tersangka Supriyadi (40) mengaku selain Rb memang ada dua korban lain yang dikelabuhinya, yakni warga Wonosobo dan Jakarta yang juga merupakan TKW. Modus yang dilakukan juga dengan berkenalan lewat media sosial facebook. "Kenalan lewat facebook, setelah itu saya janjikan akan dinikahi. Setelah itu saya meminta dikirimi uang untuk modal usaha demi masa depan kita," ungkapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.