Dua Kasus Pembakaran di Temanggung Bukan Jaringan Semarang


MOBIL DIBAKAR : Sejumlah anggota Satreskrim Polres Temanggung bersama tersangka memperlihatkan sebuah mobil L300 yang menjadi barang bukti kasus pembakaran saat ungkap kasus di Mapolres Temanggung, Rabu (13/3) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Dua kasus pembakaran kendaraan di wilayah hukum Polres Temanggung, ditegaskan tidak memiliki sangkut paut dengan sejumlah kasus pembakaran kendaraan di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Dua kasus yang saat ini telah dibongkar aparat kepolisian dari Polres Temanggung bersama Tim Jatanras Polda Jateng, benar-benar merupakan kasus pidana karena motif para tersangka merasa sakit dengan para korbannya.

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengungkapkan, terkait kasus pembakaran dua sepeda motor milik Sungkono (54), yang dibakar di teras rumah di Dusun Kalisalam RT 2 RW 5, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, pihak kepolisian telah menangkap dua pelaku pembakaran, sekaligus dalang dibalik kasus tersebut. "Dua pelaku sekaligus yang menyuruh melakukan pembakaran di wilayah Ketitang sudah diamankan," ungkapnya.

Mereka juga, kata Wiyono, sudash ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan. Kondisi saat mereka sedang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Jawa Tengah. Proses yang dilakukan masih penyidikan, nantinya berkas perkara akan segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan atau jaksa penuntut umum (JPU). "Hari Minggu lalu juga ada kejadian lagi sekitar 22.45, kejadian pembakaran sebuah mobil L300 di wilayah Kledung," beber dia.

Kasus yang terjadi di wilayah Dusun Banguntapan, RT 05 RW 03, Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Temanggung, itu menimpa Surahman (43), yakni pada sebuah unit mobil L300 berwarna hitam bernomor polisi AA 1909 ZY yang terparkir di teras rumah. Pelaku juga telah berhasil dibekuk aparat kepolisian di rumahnya, Selasa (12/3) sekitar pukul 17.15, setelah dua hari melakukan pendalaman dari keterangan saksi-saksi.

Berdasarkan hasil penyidikan, motif pada dua kasus pembakaran kendaraan di wilayah Temanggung tersebut hampir sama, yakni karena merasa sakit hati pada korbannya, sehingga mereka melampiaskan itu pada tindakan pembakaran kendaraan. "Motifnya hampir sama karena sakit hati, jadi tidak ada kaitannya dengan kejadian pembakaran kendaraan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, baik Semarang maupun Kendal," beber dia.

Atas kejadian pembakaran kendaraan yang berada di wilayah Temanggung tersebut, para pelaku diancaman hukuman selama-lamanya 12 tahun penjara. Hal itu karena melanggar Pasal Tindak Pidana “Barang siapa dengan sengaja menimbulkan ledakan, kebakaran atau banjir bila perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi umum dan bagi barang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 KUHPidana.

Sementara Yudha Setiawan (29), warga Dusun Kwadungan Jurang, Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, pelaku pembakaran sebuah mobil L300 mengaku sakit hati dengan korban Surahman (43). Karena gudang milik Harjo yang dikelola olehnya tiba-tiba saja dikontrakkan kepada orang yang mengaku mendapat informasi dari Surahman. "Saya sakit hati saja. Tidak ada maksud apa-apa," beber dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.