Dukung Pengentasan Kemiskinan, Disdikpora Lakukan Upaya Peningkatan Lama Sekolah

Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan sekolag saat melakukan dialog dengan Disdikpora Wonosobo dan sejumlah pejabat lain di Wonosobo, belum lama ini.

WONOSOBO FOKUSSABA- Pemerintah Kabupaten Wonosobo memiliki pekerjaan berat mengentaskan persoalan kemiskinan penduduknya. Salah satunya yang menjadi indikator, yakni dengan masih rendahnya rata-rata pendidikan warga masyarakatnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sejak Tahun 2015, rata-rata lama sekolah penduduk di Wonosobo hanya 6,11 tahun, atau setara dengan lulusan sekolah dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo, Sigit Sukarsana mengungkapkan, kondisi itu menyebabkan Wonosobo masuk dalam kategori daerah miskin. "Pada 2017, angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Wonosobo menjadi 6,1 tahun. Artinya rata-rata di Wonosobo anak hanya bersekolah sampai dengan jenjang sekolah dasar dan hanya masuk dijenjang lebih tinggi selama dua bulan," ungkapnya.

Pada tahun ini, kata Sigit, angka rata-rata sekolah sudah mencapai 6,5 tahun. Hal itu karena sinergitas semua kalangan untuk membantu pengentasan persoalan kemiskinan di Wonosobo tersebut. Selain itu juga atas dorongan Bupati Wonosobo melalui diterbitkannya buku 'Pembaharuan Pendidikan' yang sekarang ini sudah masuk di Perpustakaan Kemdikbud RI dan mendapat penghargaan dari Kemdikbud dan USAID.

Buku tersebut dianggap sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Sigit mengaku berkomitmen menuntasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Tak hanya bergerak sendiri, pihaknya berupaya menggandeng pihak-pihak terkait, seperti Dewan Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Lembaga Perguruan Tinggi Keguruan (UNSIQ), praktisi pendidikan dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) guna melakukan FGD peningkatan rata-rata lama sekolah.

Sementara Bupati Wonosobo, Eko Purnomo menyampaikan pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan nasional dan prioritas pembangunan Kabupaten Wonosobo serta merupakan bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Selain itu juga mengevaluasi berbagai hasil pembangunan bidang pendidikan untuk dijadikan bahan perencanaan pembangunan kedepannya sehingga menjadi lebih baik.

Ketua Dewan Pendidikan Wonosobo, Priyo Purwanto menyebutkan, kemajuan pendidikan akan menentukan kemajuan suatu bangsa. Salah satu indikator indeks pembangunan manusia adalah rata-rata lama sekolah penduduk tinggi. Wonosobo masuk kategori daerah miskin, karena menurut data BPS 2015, Wonosobo memiliki rata-rata lama sekolah 6,11 tahun. Kondisi rata-rata lama sekolah di Wonosobo pada 2014 mencapai 6,7 tahun, kemudian meningkat pada 2015 menjadi 6,11 tahun.

Namun pada 2016, angkanya masih sama, yakni 6,11 tahun dan 2017 6,1 tahun. Pemerintah Kabupaten Wonosobo harus berjibaku meningkatkan rata-rata lama sekolah tersebut agar predikat sebagai daerah miskin bisa dilepaskan. Jumlah penduduk Wonosobo menurut Sensus BPS mencapai kurang lebih 773.280 jiwa. Berdasarkan Data Basis Terpadu, diketahui penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijazah mencapai 38.168 jiwa.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo berupaya melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan lama sekolah di masyarakat, seperti halnya dengan melakukan FGD bersama stakeholder pendidikan di Wonosobo. "Kami berupaya merubah pola pikir masyarakat perdesaan, khususnya yang memiliki potensi pendukung agar bergerak bersama membangun kesadaran berpendidikan. Membelajarkan masyarakat melalui layanan pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.