Gubernur Ganjar Minta Masyarakat Tetap Jaga Kerukunan

Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Wonosobo Eko Purnomo sampaikan pesan damai agar masyarakat tetap menjaga kerukunan dan kondisivitas wilayah agar tetap aman dan kondusif.

BERSHOLAWAT : Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Wonosobo Eko Purnomo serta jajaran Forkompimda Wonosobo mengiringi acara Jateng Bersholawat di Alun-alun Wonosobo, Jumat (1/3) petang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat di Wonosobo selalu menjaga kerukunan, agar Wonosobo dan Jawa Tengah tetap aman, kondusif dan tenteram. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik dan April nanti diselenggarakan Pemilu Serentak 2019. Pihaknya meminta agar tidak ada konflik antarsesama masyarakat, meskipun terdapat perbedaan calon pemimpin yang dipilih.

"Saya berharap siapapun pemenangnya nanti, bisa didukung bersama, agar Jawa Tengah dan Indonesia umumnya semakin maju. Di era politik ini tetap jaga kerukunan. Siapapun pilihannya, jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan. Harus tetap jaga kondusifitas demi menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya saat Jawa Tengah Bersholawat di Alun-alun Wonosobo, Jumat (1/3) petang.

Acara Jawa Tengah Bersholawat tersebut diikuti ribuan umat Islam yang memadati Alun-alun Wonosobo. Acara Jateng Bersholawat tersebut dipimpin Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf dan dihadiri langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Wonosobo Eko Purnomo serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Wonosobo.

Ganjar juga menyoroti pentingnya kedewasaan masyarakat untuk tidak memandang remeh kehadiran media sosial. Sebagai sarana berkomunikasi dengan siapapun, masyarakat diminta agar tidak terpengaruh atau bahkan menjadi penyebar isu atau kabar hoax. Pasalnya kabar hoax itu sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. "Masyarakat bertanggung jawab terhadap diri sendiri menyangkut hoax," beber dia.

Dari itu, pihaknya mengingatkan agar masyarakat jangan sampai menjadi penyebar hoax, SARA dan hal negatif lainnya. Karena, hal itu bisa merusak keutuhan NKRI. "Mari kita jaga bersama-sama negara tercinta ini. Jangan sampai kita termakan hoax, apalagi sampai menjadi penyebar hoax. Karena saat ini sudah ada aturan yang bisa menjerat penyebaran berita bohong, fitnah maupun menyangkut SARA," beber dia.

Dalam kesempatan Jateng Bersholawat tersebut, meskipun masyarakat harus berbecek-becek karena selama acara diwarnai hujan gerimis, para syechermania dan masyarakat muslim Wonosobo tetap semangat bersholawat bersama Habib Syech dan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Wonosobo serta jajaran Forkopimda Wonosobo. Mereka tetap semangat dan khitmat mengikuti semua alunan sholawat yang dilantunkan Sang Habib. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.