Gunung Sindoro Level 1, Masyarakat Diminta Tetap Tenang


AKTIVITAS DI JALAN DESA: Sejumlah warga bersama para TNI melakukan kegiatan pembangunan jalan desa di lereng Gunung Sindoro. Mereka tetap beraktivitas normal di ladang dan jalan desa, kemarin.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Sejumlah masyarakat mengaku mendengar suara gemuruh dari Gunung Sindoro pada Senin (18/3) dini hari. Suara tersebut terdengar seperti pesawat tengah melintas. "Gunung Sindoro mengeluarkan suara cek sound, mana aja yang denger. Katanya sampai Kertek (Wonosobo-red) suaranya," ujar Putri Ardiyanto, salah satu warganet.

Hal itu juga diiyakan sejumlah masyarakat lain di group-group whatsApp yang menyatakan mendengar suara gemuruh tersebut. Namun suara agak samar. Sementara berdasarkan pantauan periode pengamatan pada tanggal 17 Maret 2019 antara pukul 00.00-24.00 oleh Pos Pengamatan Gunungapi Sindoro, tingkat aktivitas Gunung Sindoro masih di Level I atau normal.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Sindoro, Yuli Rahmatulloh mengungkapkan, berdasarkan pengamatan meterologi cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur laut, timur, dan selatan. Suhu udara 22-25 derajad celsius, kelembaban udara 86-89 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Untuk volume curah hujan 19.8 mili meter per hari.

Menurut dia, secara visual gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Secara kegempaan tektonik jauh, dengan jumlah 5 amplitudo : 2.08-9.12 mili meter, S-P : 13.53-22.71 detik, durasi : 35.02-278.61 detik. "Keterangan noise hujan dan kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Sindoro Level I atau normal," ungkapnya melalui laporannya.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di sekitar Gunung Sindoro agar tetap tenang, tidak terpancing dengan beredarnya isu-isu tentang adanya letusan Gunung Sindoro. "Masyarakat di sekitar Gunung Sundoro dan pengunjung ataupun wisatawan juga tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah puncak Gunung Sindoro dalam jarak dekat," pintanya.

Direkomendasikan juga agar masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Gunung Sindoro dalam kawasan rawan bencana (KRB) II, agar bisa beraktivitas seperti biasa dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Sindoro yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Wonosobo tentang aktivitas Gunung Sindoro. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat," jelasnya.

Diimbau juga agar BPBD Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo senantiasa berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.