Istri Sewa Pembunuh Bayaran, Pengusaha Tembakau Tewas Mengenaskan


BERI KETERANGAN : Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres Temanggung, Kamis (21/3) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA) Satresktrim Polres Temanggung bersama Polsek Parakan dan Tim Jatanras Polda Jateng, berhasil membongkar kasus pembunuhan berencana terhadap seorang pengusaha tembakau bernama Tjiong Boen Siong (64), warga Jalan Kosasih Nomor 59 RT 001 RW 006 Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan, Temanggung. Tiga tersangka sudah dibekuk aparat kepolisian, satu diantaranya istri korban sendiri bernama Nurtafia (26) dan satu lagi buron.

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, kasus yang sebelumnya masih misteri, karena semula berdasarkan laporan warga mengenai berita orang hilang di Polsek Parakan pada Selasa (12/3) lalu. "Setelah kami lakukan penyelidikan, kasus yang sebelumnya misteri ternyata merupakan peristiwa pembunuhan berencana," ungkapnya, Kamis (21/3) siang.

Menurut dia, pengungkapan peristiwa pembunuhan berencana tersebut diawali pada Selasa (12/3), terdapat laporan orang hilang dari adik korban, bernama Tjiong Tjen Siong (52), warga Jalan Usman RT 001 RW 007 di wilayah kelurahan yang sama. Adik korban melaporkan bahwa kakaknya diduga pergi dari rumah sejak Selasa (12/3). Namun, sejak pergi dari rumah, kakak korban rupanya tidak kembali sampai Kamis (14/3) lalu.

Setelah menerima laporan tersebut, kata dia, Kapolres membentuk tim untuk ungkas kasus tersebut. Setelah berbagai langkah dilakukan, baik penyelidikan konvensual maupun manual ataupun penyelidikan secara information technology (IT). "Proses awal pengungkapan tersebut setiap hari kami lakuan anev (analisa dan evaluasi-red), pagi kita lakukan anev, malam kita lakukan anev dan tim bekerja keras," beber dia.

Setelah itu, pada Senin (18/3) ditemukan barang bukti sebuah mobil pickup milik korban di wilayah perkebunan teh Tambi di Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Dengan penemuan mobil korban, pihak kepolisian berupaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Setelah melakukan olah TKP, kami padukan dengan hasil penyelidikan kami dari tim dan mulai mengerucut bahwa peristiwa itu ada keterlibatan ke dalam, yakni istri korban," beber dia.

Karena data-data sudah kuat, kemudian petugas kepolisian melakukan penangkapan terhadap istri korban pada Selasa (19/3) petang. Setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan akhirnya membenarkan, bahwa sebelumbnya telah merencanakan pembunuhan ini bersama pacarnya yang berinisial P. Yang mana saudara P bersama istri korban telah menjalin hubungan asmara sejak dua tahun.

Namun demikian, hubungan mereka seolah-olah terganggu dengan keberadaan korban. Sehingga mereka bersepakat menghabisi korban. Dalam pelaksanaannya, pacar dari istri korban menyuruh seorang pembunuh bayaran, yakni saudara M untuk menghabisi korban. Saudara M kemudian mengajak rekannya berinisial A pada hari Selasa (12/3), saat korban pergi keluar rumah, ternyata sudah disetting sebelumnya.

"Korban dipancing dengan cara memesan pupur cair, akhirnya korban pergi membawa pupuk cari pesanan pelaku. Kemudian mereka janjian di suatu tempat di wilayah jalan Bulu-Parakan. Di suatu tempat tersebut, pada saat korban turun dan kemudian akan mengambil barang pesanan itu. Langsung pada saat itu korban dipukul oleh pelaku saudara M mengenai bagian kepala sebanyak dua kali. Kemudian korban tumbang," beber dia.

Mengetahui korban sudah tak berdaya, korban kemudian dibawa masuk oleh M dibantu A ke dalam mobil. Saat di dalam mobil, menurut keterangan pelaku masih sempat bergerak, sehingga korban dipukul lagi sebanyak dua kali menggunakan gagang cangkul sampai tidak bergerak. Setelah itu korban dibawa ke wilayah Desa Bandarejo Kecamatan Candiroto, Temanggung untuk dibuang di perkebunan kopi dan mereka pulang.

"Atas perbuatan yang dilakukan saudara M dan A, mereka mendapatkan upah atas pelaksanaan pembunuhan tersebut sebesar Rp 20 juta yang diserahkan saudara P pacar dari istri korban. Uang yang digunakan untuk membayar itu juga penyerahan dari istri korban. Istri korban dapat uang itu karena yang bersangkutan mengambil dari korban. Pasal yang diterapkan kepada para tersangka adalah pasal 340 KUHPidana yaitu pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, maksimal 20 tahun dan penjara seumur hidup," jelas dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.