Kapasitas Kiai Ma'ruf Dinilai Beda Jauh dengan Sandiaga, TKN Optimis Debat Cawapres Menang Telak


BERI KETERANGAN : Wakil Ketua TKN Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan Rapat Konsolidasi Pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Rumah Makan Girly Parakan, Temanggung, Senin (11/3) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai, kapasitas Kiai Ma’ruf Amin sangatlah berbeda jauh dengan Sandiaga Salahuddin Uno dalam dunia perpolitikan. TKN optimistis Kiai Ma'ruf bakal menang telak dalam Debat Cawapres, Minggu (17/3) mendatang.

“Kalau dilihat dari jam terbang dan pengalamannya ya beda jauh. Sandiaga belum jadi apap-apa, Kiai Ma'ruf sudah jadi DPRD, DPR RI, politisi bahkan Kiai Maruf juga terjun terus ke lapangan memimpin organisasi besar,” ungkap Karding kepada awak media di usai melakukan Rapat Konsolidasi Pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Rumah Makan Girly Parakan, Temanggung, Senin (11/3) siang.

Menurutnya, Cawapres nomer urut satu, Kiai Ma’ruf Amin telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Sandiaga Salahuddin Uno dalam debat Cawapres pada Minggu (17/3) mendatang. Bahkan, pihaknya sangat yakin Kiai Ma’ruf akan mendominasi dan menang telak dalam debat yang memiliki tema pembahasan soal pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya tersebut.

Karding merasa, dengan pengalaman Kiai Ma'ruf sebagai politisi, intelektual yang lahir dari bawah, pengalaman memimpin organisasi yang besar-besar, nantinya akan bisa menang telak dari Sandiaga. Meskipun disela-sela kesibukan Kiai Ma’ruf dalam berkampanye, semua persiapan debat juga telah disiapkan oleh timnya maupun Cawapres nomer urut satu itu.

“Semuanya sudah disiapkan sedemikian rupa, beliau juga rajin memanggil pihak-pihak yang terkait dengan bidangnya untuk berdiskusi tentang hal-hal seperti pendidikan kesehatan dan lain sebagainya," beber dia. Pihaknya bahkan telah mengantisipasi sikap Sandiaga atau penguasaan panggungnya yang dikhawatirkan dapat menyedot simpatisan masyarakat,

Politisi PKB itu menyebutkan, Kiai Ma’ruf telah menyiapkan antisipasinya. “Itu adalah cara Sandi pura-pura menunjukan takdim kepada kiai, namun Kiai Ma’ruf tentu sudah menyiapkan cara dalam menyikapinya dengan baik. Politik yang sifatnya simbolik saat ini bukanlah hal yang menarik dalam mengambil simpatik masyarakat. Artinya yang di butuhkan dalam debat itu bukan soal gimik-gimik," beber dia.

Menurut dia, hal yang dibutuhkan dalam debat adalah isi kepala dan hati yang disampaikan kepada publik. Karena itu yang akan mensejahterakan masyarakat kedepan, yakni programnya, fisinya dan rencana kerjanya kedepan. Dia juga menyatakan popularitas Jokowi-Ma’ruf saat ini juga terus meningkat meski terus mendapatkan tekanan isu-isu negatif.

“Posisi Pak Jokowi menanjak hingga 56 persen, saya rasa ini didorong oleh berbagai hal seperti deklarasi-deklarasi alumni, deklarasi profesi, serangan udara juga kita masif. Namun kami tidak ingin lengah ataupun sombong. Kami bertekat untuk mengawal secara detail hingga teknis dalam pemenangan sampai ke tempat pemungutan suara (TPS). Kami akan terus berupaya lakukan dor to dor, kepada calon pemilih," pungkasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.