Kemenhub Didesak Segera Keluarkan Permenhub Mengatur Ojek


BERI KETERANGAN : Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sigit Sosiantomo memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di Pendopo Jenar Kantor Bupati Temanggung, Selasa (12/3) pagi.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)
- Kementerian Perhubungan Republik Indonesia didesak segera mengeluarkan rencana Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub), yang mengatur eksistensi ojek sebagai moda transportasi umum yang digunakan untuk melayani masyarakat. Dengan adanya Permenhub, diharapakan tak ada lagi benturan di lapangan antara pengemudi ojek online dan pengemudi ojek pangkalan (opang). Sebab, nantinya turunan dari aturan tersebut akan pula mengatur ojol dan opang.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sigit Sosiantomo saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Temanggung, Selasa (12/3) kemarin. "Kemarin sore, kami sudah bertemu ?dengan perwakilan ojek online dan Kementrian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Darat, untuk membicarakan kekosongan aturan terkait dengan ojek," ungkapnya kepada sejumlah awak media di Pendopo Jenar Kantor Bupati Temanggung.

Menurut dia, Komisi V DPR RI terus mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan rencana Permenhub tersebut. Bahkan, legislatif berencana merevisi Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). "Rencana revisi Undang-undang 22/2009 tersebut sudah masuk dalam agenda program legislasi nasional (Prolegnas), serta menjadi prioritas pembahasan. Undang-Undang 22/2009 butuh direvisi karena tidak memasukkan kendaraan bermotor roda dua sebagai angkutan umum," beber dia

Dijelaskan, untuk membuat rencana peraturan menteri (RPM) tidak membutuhkan waktu lama, namun berbeda halnya dengan membuat rencana revisi perundang-undangan. Pihaknya berharap, akhir Maret ini atau paling lambat akhir April bulan depan, Permenhub yang mengatur eksistensi ojek sebagai moda transportasi umum sudah keluar. "Harapan kami dengan adanya Permenhub, tak ada lagi benturan di lapangan antara pengemudi ojol dan opang. Sebab, nantinya turunan dari aturan itu akan pula mengatur ojol dan opang," terangnya.

Kedepan, kata dia, hrapannya keduanya juga akan mempunyai payung hukum, sehingga bisa meminimalisir benturan di lapangan. Terakhir, pihaknya mendapat laporan terdapat benturan antara opang dengan ojol di wilayah Wonosobo. "Dengan adanya peraturan menteri yang menjadi payung hukum, maka keduanya diakui secara sah oleh pemerintah sebagai moda transportasi umum. Sehingga, keduanya dapat dibina secara langsung oleh pemerintah, melalui instansi terkait di daerah," harapnya.

Ke depan, pihaknya juga meminta agar pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota tak melarang satu di antara keduanya. Keduanya nanti diakui dan dibina. Terkait revisi Undang-Undang 22/2009 juga memang menjadi prioritas untuk dibahas dan digodog, agar segera memberi kepastian hukum untuk masyarakat. "Karena ternyata, moda angkutan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, baik dari segi pengemudi maupun penumpang," ucapnya.

Disinggung mengenai target rampungnya revisi Undang-Undang tersebut, Sigit menyebutkan memang membutuhkan waktu agak lama. "Mungkin akhir tahun 2020 sudah bisa selesai," kata dia. ?Terpisah, Grab Partner Acquitition Cities Wonosobo, Muhammad Nuruddin Al Madina yang juga membawahi wilayah Temanggung mengatakan, saat ini para mitra ojol telah kembali beroperasi seperti biasa. Menurutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum terkait insiden kericuhan sebelumnya kepada kepolisian.

Kondisi saat ini sudah kondusif, pihaknya juga telah kembali beroperasi seperti biasa. Meskipun demikian, pihaknya memastikan Grab akan memberikan pendampingan kepada mitra yang menjadi korban. Baik korban yang mengalami luka maupun korban perusakan kendaraan bermotor dan barang lainnya. ?Ditambahkan, sejak hadir pada awal 2018 silam, hingga saat ini terdapat sekitar 1.000 mitra yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, yang saat ini masih terdaftar sebagai member aktif sekitar 700 orang. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.