Kiyai Ma'ruf Ajak Masyarakat Perang Lawan Hoax


SALAMI PCNU : Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyalami para warga Nahdlatul Ulama Temanggung saat menghadiri Deklarasi Rumah Hijau di Temanggung, Rabu (27/3) sore.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)-
Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menilai saat ini penyebaran hoax, fitnah dan isu-isu negatif kepada pasangan calon Jokowi-Ma'ruf terus digulirkan pihak-pihak tak bertanggung jawab. Warga Nahdlatul Ulama (NU) tentu tahu mana yang benar dan mana yang salah, serta tidak akan percaya dengan isu-isu yang bertujuan untuk menjatuhkan.

"Saat ini banyak penyebaran hoax, fitnah dan isu-isu negatif yang mendera pak Jokowi. Hal itu merupakan isu-isu yang sengaja dilontarkan untuk memecah belah dan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pasangan nomor urut satu. Namun, saya yakin masyarakat tidak gampang percaya dengan itu," ujarnya saat menghadiri Deklarasi Rumah Hijau di Temanggung, Rabu (27/3) sore.

Menurut Kiyai Ma'ruf, masyarakat harus menyatakan perang untuk melawan penyebaran berita bohong atau hoax. "Saat ini hoax tidak hanya seperti aliran air yang mengalir saja, namun telah menjadi tsunami yang membahayakan bagi kelangsungan hidup bernegara," beber Dewan Penasehat atau Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut juga tak menafikkan dirinya menjadi korban fitnah dan hoax. Hal itu menurut Kiyai Ma'ruf, semenjak dirinya muncul muncul menjadi tokoh politik. Namun dirinya juga turut menghimbau kepada masyarakat tentang bahaya hoax yang tak hanya menyerangnya, namun hampir di semua lini termasuk kepada rekan politiknya.

Atas hal itu, pihaknya menilai pentingnya masyarakat memilah-milih informasi serta mengkonfirmasikan berita yang didapatkan, agar tidak terjerumus dalam jurang fitnah. Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Temanggung, KH Muhammad Furqon menegaskan, membangun propaganda serta berita bohong, merupakan dosa besar yang akan membuat si pelakunya blunder dan terjerumus.

"Hoax adalah dosa besar yang membuat mereka blunder. Jika menyebarkan berita-berita bohong, hal itu malah justru akan kalah jauh dengan adanya kampanye secara langsung, menemui warga pemilik suara. Untuk memfilter penyebaran berita-berita bohong yang dilakukan kepada pasangan nomor urut satu, para perempuan harus aktif melakukan dor to dor," katanya

Dalam sebuah kesempatan, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiyai Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyebutkan, hasil data Capres Jokowi, sebanyak sembilan juta warga negara Indonesia percaya terhadap penyebaran hoax atau berita bohong. Untuk menangkal penyebaran hoax, pihaknya terus berupaya memasifkan gerakan atau deklarasi untuk menjangkau pemilih dari rumah ke rumah.

"Pemilih-pemilih yang terpengaruh hoax itu cukup besar. Yang mempercayai hoax itu sembilan juta menurut Pak Jokowi survei yang dilakukan. Sembilan juta ini artinya bisa digoyang setelah bisa mendapatkan penjelasan yang baik. Bukan hanya melalui media sosial saja, mereka juga aktif melakukan dor to dor, dan ini menjadi PR besar kami juga," ungkapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.