KPU Wonosobo Coret Nama Maryadi dari DCT Pemilu 2019


Ketua KPU Wonosobo, Asma Khozin memberikan penjelasan kepada awak media, baru-baru ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Terbukti melakukan pelanggaran pemilu, Caleg DPRD Wonosobo dari Partai Nasdem Maryadi dicoret dari daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2019. Pencoretan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo, karena Maryadi dinyatakan terbukti bersalah melakukan pelanggaran Pemilu sesuai Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu.

Ketua KPU Wonosobo, Asma Khozin menyebutkan, caleg atas nama Maryadi telah dicoret dari DCT. Pihaknya sudah menyerahkan surat keputusan (SK) terkait pencoretan tersebut ke Partai Nasdem. "Pak Maryadi terbukti bersalah dan melanggar Undang-Undang Pemilu karena menggunakan fasilitas negara untuk kampanye," ungkapnya kepada awak media, Kamis (14/3) kemarin.

Menurutnya, putusan kasus tersebut saat ini telah inkrah. Nantinya nama Maryadi akan dicoret dan akan dipasang di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh wilayah Wonosobo. "Untuk kasus Pak Maryadi, itu sudah kami lakukan pencoretan. Jadi dicoret dan akan kami tempelkan pada setiap TPS yang berada di dapil itu. Untuk suara Maryadi nanti akan masuk ke suara partai," ungkapnya.

Dia mengatakan pencoretan ini dilakukan setelah adanya proses klarifikasi. Di antaranya dilakukan klarifikasi kepada parpol dan pengadilan yang memutus kasus tersebut. Meskipun sudah dicoret, Maryadi dinilai masih mempunyai hak hukum, sehingga kalau tidak puas bisa mengajukan gugatan. Sebab, meskipun tidak ada istilah pencoretan dari keputusan pengadilan, akan tetapi sesuai pasal 280 dan 284, jika sudah dinyatakan bersalah bisa dilakukan pencoretan.

Untuk gugatan dilakukan melalui bawaslu, kalau tidak terima caleg tidak puas bisa dilakukan banding ke PTUN, nanti hasilnya KPU akan mengikuti. KPU sendiri, menurutnya, mempersilahkan niat tersebut dilakukan oleh yang bersangkutan. KPU merasa tidak ada beban, dan akan menjalankan apaun hasil pengadilan. "Kita tidak ada beban, apapun hasil PTUN nanti, akan kita laksanakan. Jika memang harus dicoret ya diikuti, juga sebaliknya," tegasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.