Masuk Revolusi Industri 4.0, HIPMI Tularkan Virus Kewirausahaan

Saat ini Indonesia tengah memasuki generasi emas atau era milenial dan berada dalam masa revolusi industri 4.0. Pada masa sepuluh tahun ke depan, generasi muda saat ini, akan memegang kendali perekonomian dan pemerintahan negeri ini.

TANDATANGANI MOU : Ketua BPC HIPMI Wonosobo Choirul Anwar menandatangani MOU dengan Hotel Dafam, Diskominfo, Disdagkop dan UKM, Disparbud dan Pesantren Digital di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo, baru-baru ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah Billy Dahlan menilai, saat ini Indonesia tengah memasuki generasi emas atau era milenial dan berada dalam masa revolusi industri 4.0. Pada masa sepuluh tahun ke depan, generasi muda saat ini, akan memegang kendali perekonomian dan pemerintahan negeri ini.

"Kami siap menularkan virus kewirausahaan kepada generasi muda. Baik generasi yang kini masih sekolah, kuliah atau masih menganggur. Apalagi, saat ini Indonesia tengah memasuki masa revolusi industri 4.0. Karena itu, mau tidak mau, teman-teman HIPMI harus segera menularkan virus kewirausahaan kepada generasi milenial saat ini," ungkapnya saat di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo, baru-baru ini.

Hal itu disampaikan CEO Dafam Group di sela-sela melakukan pelantikan pengurus BPC HIPMI Kabupaten Wonosobo dan seminar nasional bertema "Peluang Besar Bisnis Di Era Digital". Acara tersebut dihadiri Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Wakil Bupati Agus Subagiyo, Ketua DPRD Afif Nurhidayat dan unsur Forkompinda lainnya. Hadir pula pelaku usaha di Wonosobo dan beberapa pengurus BPC HIPMI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Dijelaskan, di masa yang akan datang saat mereka memimpin punya jiwa inteprenuership untuk memajukan Indonesia. Pelantikan pengurus BPC HIPMI Wonosobo terbilang istimewa. Karena jumlah pengurus yang dilantik lebih dari 130 orang. Selain dihadiri Bupati dan pelaku usaha, acara pelantikan juga dihadiri oleh perwakilan sekolah, kampus dan pesantren yang ada di Wonosobo.

Sebagai langkah kongkret untuk menularkan virus kewirausahan ke generasi muda, di sela-sela pelantikan juga dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara HIPMI, Hotel Dafam dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Pesantren Digital.

Sementara itu, Bupati Eko Purnomo menyambut baik ikhtiar BPC HIPMI Wonosobo yang berupaya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk ikut menggerakan perekonomian Wonosobo. HIPMI diharapkan bisa jadi pelopor pengembangan ekonomi digital bagi generasi milenial. "Saat ini dunia telah berubah. Pasar konvensional harus bisa menyesuaikan diri," ujarnya.

Pasalnya, kata dia era digital menuntut siapa pun bergerak cepat untuk bisa segera menyesuaikan perkembangan zaman. Jual beli online kini telah menjadi primadona generasi milenial. Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Wonosobo Choirul Anam menyebutkan, HIPMI menjadi wadah bagi pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan generasi muda untuk membuka wirausaha baru.

"Siapa pun, tanpa kecuali, bisa menjadi seorang pengusaha. Asal-usul pengusaha itu memang ada yang karena by nasab, by nasib dan by nusub. Namun hendaknya menjadi pengusaha itu karena by design, yakni direncanakan dan persiapkan sejak awal sehingga usaha yang dirintis ke depan akan mudah berkembang dan maju," ungkapnya.

Wonosobo sendiri, menurut dia, sebenarnya punya potensi yang luar biasa di bidang pertanian, pariwisata dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai peluang usaha. "Jika dunia usaha maju, maka perekonomian daerah pun akan berkembang," tandasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.