Pandowo Laporkan Perusakan dan Penganiayaan terhadap Driver Ojek Online


Pengemudi ojek online bersitegang dengan pengemudi ojek pangkalan hingga menyebabkan driver ojek online mengalami luka dan kendaraan rusak, Senin (11/3) siang

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Paguyuban Driver Online Wonosobo (Pandowo) melaporkan tindakan penganiayaan dan perusakan sepeda motor dan atribut driver online yang dilakukan sejumlah pengemudi ojek pangkalan, Senin (11/3) siang. Laporan ditujukan kepada aparat kepolisian, setelah korban menjalani visum pasca tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum ojek pangkalan di wilayah kota Wonosobo, Senin sekitar pukul 11.00.

Sekretaris Pandowo, Arif Priyanto mengungkapkan, setelah para driver ojek online beroperasi menggunakan atribut lengkap, terjadi kericuhan antara driver ojek online (ojol) dan pengemudi ojek pangkalan (opang) kembali terjadi di wilayah Wonosobo. Akibatnya, satu orang mengalami luka ringan dan satu unit sepeda motor dan dua helm rusak. "Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00," ungkapnya. 

Menurutnya kejadian bermula pada saat pihak ojol kembali beroperasi sesuai SOP perusahaan, namun di tengah perjalanan pihak opang melakukan sweeping di area Alun-alun Wonosobo. "Pertama kali konflik ini di area Alun-alun Wonosobo. Salah satu driver kami menjadi korban, ditendang dan dianiaya sampai kakinya susah dibuat jalan. Bahkan motor dan helm dirusak," beber dia. 

Atas kejadian tersebut, pihaknya melakukan laporan ke kepolisian dengan membawa hasil visum korban penganiayaan. Namun, pada saat hendak melaporkan, kembali terjadi kericuhan di daerah Koramil 01 Wonosobo. "Seperti di video yang sudah menyebar, motor dan helm korban dibanting hingga rusak. Dan saya sarankan kepada anggota untuk melaporkannya ke Polres Wonosobo dari pada membalas dengan anarkis," ungkapnya.

Akhirnya, pihaknya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Wonosobo bersama ratusan ojol. Pihak kepolisian, katanya, akan secepatnya memproses laporan tersebut. Selain itu, pihaknya menyerahkan penuh urusan hukum tersebut kepada kuasa hukum Pandowo, Teguh Purnomo. "Untuk yang menjadi korban ada satu driver mengalami luka memar bagian paha dan berdarah pada bagian kaki. Untuk yang menjadi korban pengrusakan ada tiga orang," jelas dia. 

Sementara itu, Kuasa Hukum Pandowo, Teguh Purnomo menyebutkan, aparat Polres Wonosobo harus segera melakukan law enforcement atau penegakan hukum terkait kasus penganiayaan dan perusakan kendaraan dan atribut driver online pada Senin siang. Apalagi tindakan mereka dilakukan secara terang-terangan di muka umum, sehingga penegakan aturan tidak boleh tidak untuk segera diproses.

"Yang kami lihat pada kasus hari ini, ada sekelompok orang melakukan perusakan dan penganiayaan yang dilakukan secara terang-terangan, sehingga saksi jelas banyak yang melihat, barang bukti baik motor dan helm juga jelas bukti-buktinya. Ini perkara mudah, sehingga diharapkan aparat berwajib bisa segera melakukan penegakan hukum. Jangan sampai ada kesan hukum di Wonosobo tidak berjalan, hanya karena delik pidana dilakukan lebih dari seorang," beber dia.

Ketua Pengurus Ojek Kota Wonosobo (POKW) Slamet Riyono menyebutkan, apa yang dilakukan anggotanya merupakan reaksi dukungan terhadap surat edaran Disperkimhub Wonosobo terkait penghentian sementara operasional sepeda motor berbasis online pada penumpang. "Hingga saat ini belum ada aturan menenai ojek online, jadi rekan-rekan hanya bereaksi untuk mendukung keputusan yang dikeluarkan Disperkimhub," beber dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.