Panen Bawang Putih di Desa Pulosaren Capai 20,6 Ton/Hektare, Jauh Lebihi Target Kementan

Produktivitas panen bawang putih di wilayah Desa Pulosaren Kecamatan Kepil, Wonosobo, melebihi target yang telah dipatok pemerintah. Jika target Kementan RI hanya 6 ton basah per hektare, namun petani Desa Pulosaren bisa menghasilkan 20,6 ton basah per hektare.

PANEN BAWANG PUTIH : Sejumlah petugas Dispaperkan, Mantri Tani, PPL dan petani memanen bawang putih di lahan miliknya di Desa Pulosaren Kecamatan Kepil, Wonosobo, Jumat (1/3) siang.

KEPIL (FOKUSSABA)- Produktivitas panen bawang putih di wilayah Desa Pulosaren Kecamatan Kepil, Wonosobo, melebihi target yang telah dipatok pemerintah. Jika target Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) target produktivitas panen hanya 6 ton basah per hektare, namun petani di wilayah Desa Pulosaren bisa menghasilkan panen bawang putih mencapai sebanyak 20,6 ton basah per hektare.

"Ini melebihi daripada target yang ditentukan Kementan RI yang hanya 6 ton basah per hektare. Untuk target di Dispaperkan Wonosobo sendiri, produktivitas panen ditarget mencapai 9 ton basah per hektare. Tapi di sini hasil ubinan bisa mencapai sebanyak 20,6 ton basah per hektare," ungkap Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo, Sidik Widagdo.

Hal itu disampaikan Sidik, usai melakukan panen perdana bawang putih di lahan seluas 20,4 hektare di Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil, Wonosobo, Jumat (1/3) lalu. Panen bawang putih dilakukan bersama Pengawas Lapangan CV Berkat Putih Abadi, Tri Nur Setiarso selalu importir penanggung jawab program kemitraan penanaman bawang putih di wilayah Desa Pulosaren. Hadir juga dalam kesempatan itu, para Manteri Tani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Lebih lanjut Sidik menyebutkan, pencapaian hasil panen di Desa Pulosaren jauh lebih tinggi dari pada di Desa Pegerejo Kecamatan Kertek yang juga di atas target Kementan, yakni mencapai 14,75 ton basar per hektare. Pihaknya sangat bangga, karena dari hasil yang sudah dipanen. "Semua melebihi target yang ditetapkan. Kami tentu sangat bangga dan semoga ke depan area pertanian bawang putih bisa terus diperluas," beber dia.

Menurut dia, melihat pencapaian hasil panen bawang putih di wilayah Wonosobo yang bagus, Pemerintah Kabupaten Wonosobo tahun 2019 ini menargetkan luasan tanam bawang putih menjadi 1.000 hektar. Sebelumnya luasan lahan pertanian bawang putih hanya 380 hektare pada tahun 2018. Ratusan hektare lahan tersebut tersebar di tujuh kecamatan meliputi Kecamatan Kepil, Sapuran, Kalikajar, Kertek, Garung, Kejajar dan Watumalang.

"Kami berupaya menambah luasan tanam bawang putih di Wonosobo. Hal ini dilakukan untuk mendukung program Kementan RI terkait swasembada bawang putih pada tahun 2021. Untuk panen bawang putih di wilayah Wonosobo dengan luasan 380 hektare, bakal dilakukan secara bergantian. Semoga nanti di sejumlah lokasi kecamatan lain, hasil lebih bagus lagi dari pada di Pulosaren ini," harapnya.

Sementara itu, Pengawas Lapangan CV Berkat Putih Abadi, Tri Nur Setiarso
mengatakan, di wilayah Pulosaren, pihaknya melakukan kemitraan dengan lim kelompok tani. Sebelum melakukan kemitraan ini, pihaknya sudah melakukan pelatihan dan mengajak para petani berkunjung ke daerah sentra pertanian bawang putih, seperti di Tawangmangu. "Setelah panen ini, kami akan menambah luasan pertanian bawang putih," ungkapnya.

Pasca panen, pihaknya akan menambah kembali jumlah kelompok tani dan luasan lahan pertanianny. Hal tersebut sesuai arahan Kemetan RI untuk mendukung swasembada bawang putih. Dalam program kemitraan bawang putih tersebut pihaknya mengalami kesulitan untuk mengajak petani dalam bekerjasama menanam bawang putih. Pasalnya para petani masih belum percaya dengan pertanian bawang, apalagi kepada para importir.

Namun dengan panen perdana tersebut, katanya, diharapkan bisa memotivasi masyarakat untuk bermitra menanam bawang putih. "Di sini hasil panennya melibihi target. Semoga masyarakat sekitar yang belum bermitra bisa termotivasi untuk ikut menanam bawang putih. Kami lihat wilayah sini memiliki potensi sangat bagus untuk pengembangan komoditas bawang putih. Semoga kedepan luasan lahan pertaniannua juga tambah luas," harapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.