Pelaku Perusakan Kantor DPC Partai Hanura Dibekuk Polisi, Katanya Ingin Jadi Super Hero, Penguasa Angin



TUNJUKAN PELAKU : Kasubbag Humas AKP Henny Widiyanti menunjukan pelaku dan sejumlah barang bukti perusakan saat ungkap kasus di Mapolres Temanggung, Minggu (24/3) sore.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Pelaku perusakan Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Temanggung dan tiga lokasi lain berhasil dibekuk jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Pol‎res Temangggung. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa dan ditangkap di sekitar Jalan Diponegoro Temanggung, Sabtu (23/3) sekitar pukul ‎18.00 petang.

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasubbag Humas AKP Henny Widiyanti mengungkapkan, petugas mengamankan satu orang pelaku, yang diduga mengalami gangguan jiwa. Selain melakukan perusakan Kantor DPC Partai Hanura, toko roti, pot tanaman rumah warga dan pot tanaman posko pemenangan Prabowo-Sandi di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kamis (21/3) lalu.

Dia membeberkan, hasil kesaksian seorang warga, Olivia Agatha, sebelum peristiwa perusakan Kantor DPC Partai Hanura, pelaku sempat melempari orang-orang yang berlalu-lalang di sekitar Jalan Diponegoro, menggunakan kerikil. "Selanjutnya, saksi melapor ke Kodim 0703/Temanggung. Lalu, pihak Kodim menghubungi Polsek Temanggung Kota, oleh anggota kemudian diamankan ‎dan dibawa ke Polres," kata Henny saat ungkap kasus Minggu (24/3) sore.

Henny menuturkan, saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, pelaku mengaku bernama Yudistira Punta Dewa. Saat ditanya berasal dari mana, pelaku juga memberikan alamat yang berubah-ubah. "Semula mengaku berasal dari Kandangan, lalu kemudian mengaku dari Banyuurip, Kecamatan Temanggung," tuturnya.

Saat diinterogasi penyidik, orang yang mengaku bernama Yudistira itu pun tak jarang tertawa terbahak-bahak usai memberi jawaban. Tak ayal, dugaan bahwa yang bersangkutan memang mengalami gangguan jiwa semakin kuat. "Namun demikian, guna memastikannya kondisi kejiwaan tersangka, sore ini juga (kemarin-red), akan kami bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ)‎ Magelang untuk dilakukan observasi," beber dia.

Hal itu, kata dia untuk memastikan apakah memang benar-benar mengalami gangguan jiwa atau hanya pura-pura. Diakui, hingga kini petugas belum menemukan identitas asli maupun keluarga dari pelaku. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai informasi terkait keberadaan keluarga pelaku, untuk menghubungi kantor kepolisian setempat.

Sementara saat ‎disinggung apakah memang sudah dipastikan, apakah memang orang tersebut yang menjadi pelaku perusakan, Henny membenarkan. Menurutnya, petugas telah memintai keterangan serta melihat rekaman CCTV dari sekitar lokasi. "Ada dua unit CCTV yang merekam keberadaan pelaku di sekitar lokasi perusakan, setelah dicocokkan hasilnya memang ini orangnya, jaket yang dikenakan juga belum ganti," ujar dia.

Saat kembali diinterogasi dalam ‎gelar perkara, pelaku pun melontarkan pernyataan-pernyataan yang membuat pecah tawa petugas dan awak media yang hadir. Ditanya mengenai identitasnya, pelaku tetap mengaku bernama Yudistira. "Saya ini ingin menjadi super hero, yang menjaga masyarakat. Saya akan menjadi penguasa angin dan bisa berjalan di atas air," katanya.

Disinggung mengapa melakukan perusakan, ia menjawab lantaran sakit hati terhadap orang-orang di sekitar lokasi. "Mereka yang punya rumah itu mengganggu ibu saya. Membuat sesak dada saya," ucapnya. Dia merusak kaca-kaca dan juga pot bunga di beberapa bangunan yang ada menggunakan potongan besi dari tiang bendera, serta menggunakan batu dan batu bata.

"Ini tangan saya juga luka, saya tinju juga kacanya. Kepala saya juga lecet, saya seruduk tembok di sana," aku dia, sembari menunjukkan luka di jari-jari tangan kiri, serta benjolan di kepala. Diberitakan sebelumnya, Kantor DPC Partai Hanura Temanggung, dirusak orang tak dikenal, Kamis (21/3) sekitar pukul 04.30. Kaca-kaca jendela bangunan yang ada di Jalan Gajah Mada Nomor 16, Kelurahan Walitelon Selatan, Kecamatan Temanggung pecah berserakan.

Seorang saksi mata, Olivia Agatha (22), menuturkan, ‎ia terbangun dari tidur sekitar pukul 04.30. Rumah Olivia berada persis di samping kanan Kantor DPC Hanura Temanggung. Saat terbangun, ia mendengar suara kaca pecah cukup keras dari arah depan samping rumah. Ia pun segera keluar rumah untuk mengetahui lebih jelas sumber suara. "Saat saya melongok dari halaman, terlihat orang memegang pipa besi, tubuhnya agak pendel dan gempal," ujarnya.

Setelah itu, orang tersebut lari ke arah selatan. Sementara itu Ketua DPC Hanura Temanggung, Isnarwandi, mengatakan ia tak punya pikiran sama sekali, bila perusakan ini terkait situasi politik jelang pemilihan umum (Pemilu) 2019. "Kalau ada unsur politis, tentu tak hanya kaca-kaca jendela yang dipecahkan. Bendera dan hal-hal terkait partai juga akan dirusak. Saya juga menduga itu karena orang gila seperti kata Pak RT," tuturnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.