Pembunuh Bayaran ‎Berkomplot Karena Motif Ekonomi dan Rasa Hutang Budi


LAKUKAN PENGAMANAN : Petugas kepolisian melakukan pengamanan kepada para tersangka kasus pembunuhan Tjiong Boen Siong, seorang pengusaha tembakau asal Parakan, Temanggung, Sabtu (23/3) sore.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi menyebutkan, motif para pembunuh bayaran yang menghabisi Tjiong Boen Siong, seorang pengusaha tembakau adalah motif ekonomi. Mereka mengaku terpaksa melakukan itu karena membutuhkan uang karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sementara tersangka Rizal alias Ambon mengaku berhutang budi kepada tersangka Permadi karena dibiayai saat dirawat di rumah sakit.

Menurut dia, Ambon merasa berhutang budi kepada Permadi, karena beberapa hari sebelum eksekusi, Ambon dirawat di rumah sakit di wilayah Temanggung lantaran sakit di bagian saraf mata. "Jadi, saat itu A mengaku mendapatkan untuk biaya pengobatan dan rawat inap selama tiga hari dari P. Tidak banyak sebenarnya, biaya pengobatan dan rawat inapnya hanya ‎Rp 990.000. A mengetahui kalau uang perawatan dirinya sudah dibayarkan P dari M," jelas dia.

Perwira polisi berpangkat tiga balok di pundak itu menegaskan, atas peristiwa pembunuhan berencana tersebut. Saat ini terdapat lima pelaku diamankan. Dua tersangka yakni Nurtafia dan Permadi sudah dititipkan di Rutan Kelas II Temanggung dan tiga tersangka yang merupakan pembunuh bayaran saat ini diamankan di Sel Mapolres Temanggung. Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Sementara tersangka Ambon ditambahkan dengan Pasal 55 KUHP, yakni turut serta membantu perbuatan pidana. "Untuk Ag kita terapkan Pasal 56 jo 340 KUHP, yang mana dia memberikan kesempatan dan menyiapkan tempat ‎untuk melakukan perbuatan pidana. Untuk eksekutor murni yang menghabisi korban adalah M," jelas dia. Dalam kesempatan itu Ambon mengaku tak melarikan diri jauh ke luar kota. Hanya bersembunyi di sekitar Temanggung.

Usai turut menghabisi nyawa korban, Ambon mengaku ‎dihantui rasa bersalah. Karena itu, ia pada akhirnya menyerahkan diri kepada polisi. "Saya mau terlibat karena merasa hutang budi, tidak enak kalau menolak diajak. Terlebih ada iming-iming uang juga. Tapi akhirnya sekarang menyesal‎," akunya. ‎Diberitakan sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Temanggung, Polsek Parakan dan Tim Jatanras Polda Jateng mengungkap aksi pembunuhan berencana terhadap pengusaha tembakau dan pupuk, Tjiong Boen Siong (64).

Latar belakang pembunuhan ‎berencana ini adalah asmara antara Nurtafia dan Permadi. Keduanya merupakan otak dari aksi keji ini. Nurtafia merupakan perempuan berusia 30 tahun, yang merupakan istri korban. Sementara, Permadi merupakan pria idaman lain (PIL) atau selingkuhan Nurtafia. Sedangkan Indarto dan Ambon merupakan eksekutor di lapangan.‎‎ Saat ini, penahanan terhadap Permadi dan Nurtafia dititipkan di Rutan Kelas IIB Temanggung. Sementara, ketiga tersangka lain ditahan di Mapolres Temanggung. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.