Pemkab Anggarkan Rp 200 Juta untuk Pansel, Namun Kok Baru Satu Jabatan Terisi


Pemkab Wonosobo mengganggarkan Rp 200 juta untuk proses lelang jabatan pengisian empat jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) pada 2018. Namun, hingga saat ini jabatan yang terisi baru satu posisi, tiga posisi lain masih belum terisi.

BERI KETERANGAN : Bupati Wonosobo Eko Purnomo memberikan keterangan kepada awak media di sela meninjau los dan kios di Pasar Selomerto Wonosobo, baru-baru ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengaku telah mengganggarkan Rp 200 juta untuk proses lelang jabatan (open bidding) pengisian empat jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) pada 2018. Namun, hingga saat ini jabatan yang baru terisi baru satu posisi, yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo. Sementara tiga jabatan lain masih belum terisi.

Tiga jabatan tersebut antara lain jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo yang saat ini masih dijabat Pejabat Sekda Muhammad Zuhri, Sekretaris Dewan (Sekwan) di DPRD Kabupaten Wonosobo yang masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt) Muhammad Aziz Wijaya dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo yang masih dijabat Plt Samsul Maarif. Diwacanakan, pengisian Sekwan segera terisi.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat dimintai keterangannya mengaku, Pemkab Wonosobo akan berupaya melakukan pengisian jabatan Sekda secepatnya. Pihaknya sudah berupaya melakukan pengisian jabatan Sekda tahun lalu, namun panitia seleksi tidak mendapatkan calon pendaftar untuk posisi tersebut. "Pansel kemarin tidak ada yang mendaftar. Kami akan tetap bergerak sesuai regulasi. Tapi kami akan berupaya secepatnya melakukan pengisian jabatan baru Sekda," akunya.

Senada, Asisten Administrasi Setda Wonosobo yang menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Samsul Maarif mengakui, proses perjalanan Sekda itu cenderung berlarut-larut. Namun, bukan tanpa sebab, karena proses-proses sudah dilakukan sesuai dengan regulasi yang berjalan dan Undang-Undang ini juga masih memperbolehkan. "Pada tanggal 13 Februari 2018 itu kita menindaklanjuti untuk membentuk pansel," beber dia.

Tindak lanjut pansel membuka pengumuman untuk pendaftaran Sekda dan tiga JPTP itu. Namun sampai batas akhir pendaftaran, untuk jabatan Sekda, tidak ada satupun yang mendaftarkan diri. Itulah sebabnya sampai lebih dari enam bulan ini belum ada Sekda yang didefinitifkan. Yang ada hanya JPTP untuk tiga jabatan lainya. Namun pihaknya mengaku tidak tinggal diam karena kegiatan tersebut masuk kegiatan yang bakal kembali dilakukan BKD di 2019 ini.

"Kami sudah diberi anggaran sebesar Rp 200 juta untuk melakukan seleksi empat JPTP. Karena belum ada yang mendaftar, anggaran itu sudah selesai dan kami harus mengusulkannya kembali di tahun 2019 untuk tindaklanjut jabatan Sekda. Karena ini menyangkut anggaran, maka kami harus taat asas. APBD, pada 31 Desember direvisi gubernur, kemudian Januari sudah ada anggarannya. Saat ini sudah melakukan komunikasi pada pansel untuk membuka kembali pendaftan kembali Sekda," beber dia.

Sementara itu, untuk jabatan Sekwan, Samsul mengaku telah mengantongi nama-nama dan bakal segera dikukuhkan. Saat di wawancarai wartawan, Samsul mengaku rencananya akan mengukuhkan pejabat baru Sekwan pada akhir Februari. Namun, hingga saat ini Pemkab Wonosobo belum juga melakukan pengukuhan. Informasi yang dihimpun fokussaba, nama yang menguat pada jabatan Sekwan adalah Triantoro. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.