Petani Tembakau Dorong Pemkab Kendalikan Tembakau Import


BERI PANDANGAN : Seorang petani tembakau menyampaikan pandangannya saat agenda silaturahmi bersama Pemerintah Kabupaten Temanggung di Graha Bhumi Phala Setda Temanggung, Senin (18/3) lalu.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Sejumlah petani tembakau mendorong Pemerintah Kabupaten Temanggung, agar bisa mengendalikan masuknya tembakau import ke wilayah Temanggung. Hal ini karena selama ini setiap kali musim panen, banyak tembakau luar daerah yang masuk ke kota tembakau ini, sehingga mengancam tembakau asli Temanggung.

Hal itu disampaikan sejumlah petani tembakau saat acara silaturahmi Pemkab Temanggung dengan petani tembakau di Graha Bhumi Phala Setda Temanggung, Senin (18/3) lalu. Kegiatan dihadiri Bupati Muhammad Al Khadziq, Pj Sekda Suyono dan pejabat terkait serta diikuti perwakilan petani. Silaturahmi untuk menyerap aspirasi petani menyongsong musim tanam tembakau tahun 2019.

Dalam kesempatan itu, sejumlah petani juga mengeluhkan tata niaga pemasaran tembakau yang terkesan berbelit-belit, sehingga perlu disederhanakan. Persoalan lain yang diutarakan mengenai permodalan, potongan timbangan atau rafaksi 20 persen, atau keranjang dan perlunya membuat peraturan bupati mengenai pertembakauan.

Menurut Kepala Bagian Perekonomian Setda Temanggung, Sunardi, acara silaturahmi dengan petani tembakau diselenggarakan sebagai upaya Pemkab Temanggung untuk menyerap apa yang menjadi keinginan petani tembakau menjelang musim tanam 2019. Hal itu dilatarbelakangi kondisi pertembakaun pada dekade 10 tahun terakhir ini dinilai tidak menggembirakan bagi petani.

Hal itu ditandai tidak semua tembakau terserap oleh pabrikan dan tingkat harga yang rendah. Senada, Bupati Muhammad Al Khadziq mengungkapkan, Pemkab Temanggung sangat berkeinginan bisa berbuat banyak untuk mengatasi permasalahan tembakau dengan satu keyakinan, yakni tidak ada suatu permasalahan yang tidak bisa diselesaikan.

Karena itu, kata dia melalui forum silaturahmi diharapkan akan mendapatkan masukan dari petani sekaligus menyamakan persepsi untuk mencari solusi terbaik. Pihaknya sangat berharap dapat mengembalikan kejayaan tembakau Temanggung seperti pada era tahun 70an sampai 80an, petani bisa berjaya menikmati keuntungan sehingga hidupnya sejahtera.

"Berbagai aspirasi dari petani menjadi masukan berharga untuk dibahas dan didiskusikan lebih lanjut dengan berbagai pihak terkait. Permasalahan petani akan kita petakan untuk dipilah-pilah, mana sekiranya yang bisa diselesaikan di tingkat Pemkab dan mana sekiranya dicarikan solusi oleh pihak lain," ungkapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.