Polres Kantongi Bukti CCTV, Pendalaman Kasus Dilakukan, Perusakan Terjadi di Empat Lokasi Berdekatan


PASANG GARIS POLISI : Petugas kepolisian melakukan pemasangan garis polisi di lokasi perusakan orang tidak dikenal di Kantor DPC Partai Hanura Temanggung, Kamis (21/3) lalu.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Satreskrim Polres Temanggung masih terus mendalami kasus perusakan Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Temanggung, Kamis (21/3) sekitar pukul 04.30. Pihak kepolisian menegaskan, perusakan bukan hanya terjadi di kantor partai politik itu saja, melainkan ada di empat titik lokasi, baik pot tanaman rumah penduduk, kaca toko roti, kaca kantor Partai Hanura dan pot-pot Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi Temanggung yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi sejumlah alat bukti mengenai tindakan perusakan di empat lokasi tersebut, salah satunya dikuatkan dengan pantauan kamera pengawas atau CCTV. "Keterangan sejumlah saksi mata juga sudah kami dapatkan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) tersebut. Saat ini kasus perusakan itu masih kami dalami," ungkapnya kepada awak media, Jumat (22/3) siang.

Dia menyebutkan, hasil olah TKP, terdapat kaca pecah di sebuah toko roti, kemudian rumah penduduk, kemudian kaca di Kantor DPC Partai Hanura dan pot-pot tanaman di Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi. "Hasil pantauan CCTV, orang yang melakukan perusakan orangnya kecil, dia pakai pakaian warna gelap atasnya. Kalau di CCTV gambar kelihatan kabur, jadi masih kami olah," terang Dwi, saat ditanya apakah pakaian korban terlihat kumel seperti keterangan sejumlah saksi yang menyebut pelaku sepertinya orang gila.

Meskipun barang bukti dan kesaksian sejumlah orang di lingkungan tersebut yang mengaku melihat secara langsung pelaku, pihaknya belum bisa memastikan orang tersebut gila atau memiliki tujuan tertentu dalam perusakan tersebut. "Untuk sementara masih terus kami dalami motif dari pelaku melakukan perusakan itu. Kalau dugaan-dugaan ya masih mengarah dilakukan orang gila, karena sejumlah saksi juga melihat dan mendengar pelaku berteriak-teriak saat melakukan itu," tutur dia.

Namun, diakui, setelah kejadian memang sejumlah warga tidak mengamankan pelaku, namun tetap membiarkan pelaku pergi. Atas kejadian itu pihaknya tetap mengimbau agar warga masyarakat yang melihat kejadian seperti itu bisa mengamankan pelaku, namun tidak boleh melakukan aksi main hakim sendiri. Hal itu juga ditegaskan Kapolres AKBP Wiyono Eko Prasetyo usai melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Candi 2019 di halaman Mapolres Temanggung.

"Kami imbau masyarakat jika ada kasus seperti ini, masyarakat bereaksi positif, jangan cuek. Seperti kemarin sudah ditegur masyarakat tetapi dibiarkan saja, sehingga pelaku kemudian pergi begitu saja. Seandainya masyarakat itu tanggap dengan lingkungannya, kemudian menyampaikan kepada masyarakat yang lain, atau menyampaikan kepada TNI-Polri insyaAllah hal-hal semacam ini akan bisa dicegah atau ditangani dengan baik," beber dia menyampaikan kepada awak media.

Sebelumnya, Kantor DPC Partai Hanura Kabupaten Temanggung dirusak orang tak dikenal, Kamis (21/3) sekitar pukul 04.30. Tiga bagian kaca ruangan pada dua sisi di kantor depan partai tersebut, dengan ukuran cukup besar pecah, hingga kaca berserakan di luar dan dalam ruangan. Belum diketahui siapa pelaku kasus perusakan tersebut. Saat ini kasus ditangani pihak kepolisian setempat. Awalnya pelaku mendorong-dorong pintu gerbang besi, kemudian mendorong-dorong etalase dan memecahkan kaca Partai Hanura. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.