Antisipasi Praktik Investasi Bodong, Edukasi dan Literasi Keuangan Diperlukan


Pimpinan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa menyerahkan secara simbolis wayang tokoh gatotkaca saat Pagelaran Wayang Kulit di Alun-alun Temanggung, Sabtu (9/3) petang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Bupati Temanggung Muhamad Al Khadziq menilai edukasi dan literasi keuangan sangat penting terus dilakukan kepada masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini di wilayah Temanggung masih ada sejumlah kasus menyangkut praktik investasi bodong, penawaran pinjaman dengan bunga mencekik oleh rentenir dan permainan bisnis para tengkulak terhadap para petani, salah satunya petani tembakau.

Hal itu ditegaskan Bupati Al Khadziq saat kegiatan Pagelaran Wayang Kulit yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat Temanggung di Alun-alun Temanggung, Sabtu (9/3) petang. Kegiatan dihadiri Pimpinan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa dan Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas Tarihoran.

"Temanggung masih ditemukan masalah kaitan investasi bodong. Di masyarakat masih terdapat operasional para rentenir di lingkungan masyarakat. Bahkan petani tembakau kerap terlilit masalah, karena sering memiliki hutang mencekik dari para tengkulak yang kadang membelenggu para petani tembakau. Persoalan ini harus dicarikan solusinya, agar ke depan masyarakat di Temanggung tidak terjerumus investasi bodong maupun rentenir," ungkapnya.

Menurut dia, edukasi dan literasi yang dikemas melalui kegiatan pagelaran wayang kulit dinilai tepat untuk memberikan pemagaman terkait lembaga keuangan di Temanggung. "Temanggung secara geografis berada di pusat luar Jawa. Temanggung juga secara historis menjadi pusat kebudayaan Jawa sejak zaman dahulu kala. Karena terdapat Rakai Pikatan. Jadi kegiatan pagelaran wayang kulit ini cocok dilakukan," imbuh dia.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pihaknya juga mendukung program Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk pengembangan pertanian bawang putih seluas 3.000 hektare di Temanggung. "Temanggung punya luas lahan potensial seluas 90.000 hektare. Tak salah, Temanggung menjadi dua daerah yang memiliki potensi besar sebagai pengembangan bawang putih, yakni NTB dan Temanggung," terangnya.

Bupati Al Khadziq mengaku tidak ingin petani di Temanggung masih terlilit hutang kepada para tengkulak maupun rentenir. "Silahkan OJK memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat mengenai lembaga keuangan bagi masyarakat. Syukur bisa sering dilakukan. Kalau bisa wayangan satu minggu sekali kami juga siap. Karena Temanggung masih asri, sejuk dan damai. Masyarakat sangat welcome dengan kegiatan OJK di Temanggung," aku Al Khadziq.

Sementara itu, Pimpinan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa mengungkapkan, pilihan OJK menggunakan media wayang kulit, untuk bisa membantu menguri-uri budaya dan kesenian lokal. Dengan kearifan lokal wayang kulit diharapkan bisa meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang OJK dan lembaga keuangan. Tiga obyek yang diawasi OJK antara lain, industri keuangan bank, industri keuangan non bank dan industri pasar modal," beber dia.

Menurutnya, OJK memiliki peranan dalam edukasi dan perlindungan konsumen. Dua kegiatan itu penting dilakukan untuk bisa memberikan jaminan investasi yang benar. "Hingga saat ini masih banyak kasus investasi bodong, atau menaruh investasi tetapi hasilnya tidak kembali. Masyarakat diharapkan bisa mengenali lembaga jasa keuangan, agar tidak terjerumus pada kegiatan oknum tak bertanggung jawab yang hanya ingin memanfaatkan kelengahan masyarakat," pungkasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.