Sebanyak 2.874 Anak di Temanggung Tak Lanjutkan Pendidikan


Foto Ilustrasi. Istimewa

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Sebanyak 2.874 orang anak usia sekolah di wilayah Temanggung, gagal melanjutkan pendidikan sebagaimana program pemerintah wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas) sembilan tahun. Beragam alasan melatarbelakangi mereka tak melanjutkan pendidikannya, baik disebabkan oleh beberapa faktor internal maupun faktor eksternal. Mereka tersebar di 20 kecamatan di Temanggung.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Sumberdaya Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung, Ikhsan Gunawan mengungkapkan, dari 2.874 tersebut 52,43 persen karena faktor internal, sedangkan 47,57 disebabkan karena faktor ekternal. "Memang ada beberapa faktor internal maupun eksternal yang menjadi penyebab anak tidak mau sekolah," ungkapnya.

Dijelaskan, untuk faktor internal 70,5 persen beralasan karena malas atau bosan, 12,98 persen karena sulit mengikuti pelajaran, sedangkan 16,49 persen saat ditanya mengaku tidak tau. “Sedangkam faktor eksternal, 93 persen beralasan tidak memiliki biaya, 4,01 karena pengaruh teman dan 0,29 karena jarak sekolah. Jadi jarak sekolah saat ini tidak menjadi masalah bagi anak bersekolah,” beber dia.

Menurut dia, jumlah anak tidak bersekolah hingga 2.874 merupakan hasil data tahun 2017. Data tersebut mungkin saja sudah berubah, tapi hanya sedikit saja. Mereka ini saat ini ada beberapa yang kembali masuk sekolah formal atau non formal, ada yang menikah, ada yang masuk pondok pesantren dan pindah tempat. Untuk jumlah anak tidak sekolah tersebut hanya tiga persen dari total anak bersekolah di Temanggung.

Namun demikian, kata dia, pihaknya tetap menekankan kepada anak usia sekolah yang tidak bersekolah agar tetap sekolah demi kesejahteraannya. “Pasti harus kembali sekolah, baik itu kembali ke sekolah formal ataupun bagi yang tidak mau masuk sekolah formal, bisa ikut kejar paket. Tapi ada juga yang ikut kursus-kursus juga, untuk bisa meningkatkan kapsitas sumberdaya manusia mereka,” harapnya.

Senada, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Temanggung Ripto Susilo menegaskan, anak-anak yang malas bersekolah memang harus digugah kembali untuk kembali bersekolah. Jika masalah ekonomi, pasti ada banyak orang yang siap membantu dan peduli tentang pendidikan. "Pemkab Temanggung bakal terus mendorong anak usia sekolah tidak sekolah tetap melanjutkan pendidikannya," ungkap dia.

Dijelaskan, anak usia sekolah yang tidak sekolah di wilayah Temanggung tersebut, tersebar di 20 kecamatan. Mereka yang tidak sekolah ini rata-rata harusnya kelas tujuh sampai kelas sembilan, mereka rata-rata setelah lulus SD tidak melanjutkan. "Memang ada beberapa penyebab anak-anak tersebut tidak mau melanjutkan jenjang pendidikannya, maka dari itu saat ini kami telah melakukan pemetaan," jelasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.