Terkait Pembatasan Wawancara Bupati, Kadiskominfo Janji Beri Keterangan Media Senin

Wartawan sudah sangat ingin untuk segera dipertemukan kepada Bupati dan membahas tentang isu-isu yang ada di Wonosobo. Pasca kejadian pembatasan wawancara, Bupati harus bisa tentukan kebijakanya akan seperti apa. Semoga tidak ada lagi pembatasan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

TINJAU GALERI : Bupati Wonosobo Eko Purnomo (dua dari kiri) bersama pejabat lain dan Kepala Diskominfo Eko Suryantoro (dua dari kanan) saat meninjau galeri proyek pembangunan 2018 di halaman Pasar Selomerto, Selasa (26/2) lalu

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo, Eko Suryantoro mengaku siap memberikan keterangannya kepada awak media, perihal tindakan pembatasan terhadap wartawan saat mewawancarai Bupati Wonosobo Eko Purnomo. Pihaknya mengagendakan pertemuan dengan para wartawan pada Senin (4/3) esok hari.

Saat dikonfirmasi Kamis (28/2) petang, Eko belum mau memberikan komentarnya mengenai tindakannya menyetop kegiatan wawancara awak media bersama Bupati Wonosobo Eko Purnomo di saat peninjauan peresmian Pasar Selomerto Wonosobo. Pasalnya saat itu dirinya tengah mengikuti pelatihan di Solo. "Saya lagi pelatihan di Solo. InsyaAllah Senin yah. Salam buat temen-temen," ujarnya.

Sementara itu, salah satu wartawan Wonosobo Ekspres, Agus Supriyadi mengaku wartawan sebenarnya sudah sangat ingin untuk segera dipertemukan kepada Bupati dan membahas tentang isu-isu yang ada di Wonosobo. "Harapan kami sih pasca kejadian ini, Bupati bisa tentukan kebijakanya lah mau seperti apa. Dengan tidak ada lagi pembatasan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu saat wartawan hendak mengorek informasi pada Bupati," ujarnya.

Terkecuali, kata dia, kalau Bupati Eko sendiri yang tidak berkenan memberikan keterangan, hal itu beda. Awak media sendiri selalu terbuka untuk diajak diskusi. Dijelaskan, di pasal 4 Undang-undang Pers, menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi. "Jadi kalau ada wartawan yang hendak meliput kemudian sengaja membatasi, jelas harus ada konsekuensi hukumnya dong," tutur dia.

Salah satu anggota Diskominfo yang enggan disebutkan namanya mengaku tak begitu mengerti sebab mengapa Kepala Diskominfo membatasi wawancara yang dilakukan oleh awak media kepada Bupati. "Mungkin karena segera mau manggung bareng Didi Kempot mas," terangnya pada wartawan. Ia sendiri tidak mengikuti agenda Bupati selanjutnya, dan lebih memilih menikmati lantunan lagu campursari yang menggoyang warga Selomerto khususnya dalam semarak pasar rakyatnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.