Terlilit Hutang, Pemuda Nekad Curi Sapi Pamannya


TUNJUKAN TERSANGKA : Kapolsek Ngadirejo AKP Marimin bersama Kasubbag Humas Poles Temanggung AKP Henny Widiyanti menunjukan pelaku dan barang bukti sapi curian di Mapolsek Ngadirejo, Rabu (27/3) petang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Seorang pemuda asal Dusun Bebel RT 01 RW 01 Desa Wonotirto Kecamatan Wonotirto, Pekalongan, Erik Efendi (26) dibekuk polisi lantaran kedapatan akan menjual sapi hasil curian, di Pasar Hewan Ngadirejo, Temanggung, Rabu (27/3) sore. Tersangka berhasil ditangkap petugas dan langsung diserahkan ke pihak Polres Pekalongan.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Ngadirejo AKP Marimin menjelaskan, awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat, kemudian melakukan sinergi dengan para pedagang hewan di Pasar Ngadirejo, sehingga begitu para pedagang mengetahui ada seseorang yang akan menjual sapi yang mencurigakan, mareka langsung menginformasikan ke Polsek Ngadirejo.

“Kami bersama jajaran Satreskrim dan yang lainnya langsung mendatangi pasar hewan dan melihat barang bukti seperti yang diinformasikan. Memang betul. Karena disitu kelihatannya tidak laku, kemudian dinaikan lagi ke dalam truk kembali. Pada saat keluar dari pasar itu, tersangka menuju ke jalan raya, kendaraan tersebut kami hentikan dan dibawa ke Polsek Ngadirejo,” beber dia.

Menurutnya, berhubung Tempat Kejadian Perkara (TKP) semula di wilayah Pekalongan. Karena sapi yang dicuri merupakan milik Komarudin (49), yang tak lain merupakan pamannya sendiri, warga Dusun Bebel RT 01 RW 01 Desa Wonotirto Kecamatan Wonotirto, Pekalongan. "Untuk tindak lanjut tersangka beserta barang bukti berupa seekor sapi berjenis semental dan mobil truk yang digunakan kami serahkan ke Polres Pekalongan," jelasnya.

Sementara berdasarkan keterangan tersangka, Erik mengaku memang mencuri sapi milik Komarudin (49), pamannya sendiri. Erik sempat menawarkan sapi hasil curian tersebut ke temannya sendiri dengan harga Rp 40 juta, akan tetapi temannya tersebut tidak mau membeli sapi tersebut. “Ada temen yang nggak mau juga terus dia menjelaskan kalau mau menjual sapi mending di pasar saja,” jelas tersangka.

Ia mengakui, rencana dari hasil penjualan sapi tersebut akan ia gunakan untuk membayar hutang kepada temannya yang ia pinjam beberapa waktu lalu. “Kemarin saya kecelakaan pakai mobil hingga parah, dan saya memerlukan biaya yang cukup banyak. Karena tidak punya uang, saya minjam kepada teman sebesar Rp 20 juta,” terangnya.

Tersangka kemudian melancarkan aksinya pada Selasa (26/3) pukul 04.00 dengan melepas tali tambang yang diikat pada sapi pamannya. Kemudian dia membawa lari sapi tersebut menggunakan truk yang dikemudikan Rudianto, untuk ditawarkan ke beberapa teman tersangka. Sebelumnya, Rudianto (39) tidak mengetahui bahwa sapi yang akan dimuatnya adalah hasil curian.

Ia hanya mendapatkan informasi dari Muhammad Khomarudin untuk muat sapi. “Saya nggak tau kalo itu curian, saya cuman dijemput dari rumah suruh muat” katanya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.