Tim SAR Gabungan Evakuasi Mayat dari Puncak Sumbing 10 Jam Lebih


Petugas kepolisian menunjukkan baju yang dikenakan korban yang tewas mengenaskan hingga ditemukan sudah tinggal tulang belulang, Senin (11/3) petang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Setelah berupaya keras selama lebih dari 10 jam, akhirnya Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi mayat yang berada di puncak Gunung Sumbing, Senin (11/3) malam. Tim gabungan terdiri dari Stikcpala (Basecamp Garung Kalikajar), Symphony (Basecamp Kaliangkrik Magelang), East Route (Basecamp Banaran Temanggung), Sarda Jateng, Polsek Kalikajar dan warga Desa Butuh Kecamatan Kalikajar.

Mayat yang sebagian tinggal tulang belulang tersebut ditemukan di petak 23-1 RA turut RPH Anggrunggondok di samping Puncak Rajawali. Kapolsek Kalikajar Iptu Budi Rustanto yang memimpin proses evakuasi mengungkapkan, korban ditemukan sekitar pukul 14.00 oleh tim gabungan. “Sebelumnya, tim melakukan penyisiran terlebih dahulu di sekitar tiga puncak yang ada di Gunung Sumbing. Sempat terkendala cuaca buruk, akhirnya korban berhasil ditemukan dan dievakuasi,” katanya.

Saat hendak dievakuasi, lanjut Kapolsek, kondisi korban sudah cukup mengenaskan. “Untuk bagian kepala sudah tinggal tengkorak dan bagian tubuh lain sudah membusuk hingga tinggal tulang. Pada saat itu, korban hanya menggunakan kaos tanpa lengan dan sarung. Sementara jaket dan pakaian lain berserakan di sekitar korban,” ungkap Iptu Budi.

Tim gabungan akhirnya berhasil mengevakusi korban sekitar pukul 19.00 di Basecamp Garung. “Korban langsung kami bawa ke RSUD Setjonegoro Wonosobo untuk pemeriksaan,” lanjutnya. Pada saat dilakukan pemeriksaan di RSUD, diketahui ciri korban antara lain tinggi badan sekitar 160 cm dan berambut gimbal. Untuk jenis kelamin, sempat disebutkan laki-laki. Namun ternyata si korban menggunakan pakaian rok namun tidak menggunakan pakaian dalam.

“Dari pihak RSUD sendiri belum bisa memastikan jenis kelamin korban karena kondisi maupun ciri-ciri yang sudah rusak. Untuk waktu kematiannya sendiri, diperkirakan sudah lebih dari sebulan. Ciri yang paling jelas hanya di sekitar korban ditemukan adanya jaket sebuah dealer sepeda motor warna abu-abu hitam. Sehingga barangkali ada warga yang pernah melihat orang menggunakan jaket seperti itu, kami harapkan melapor kepada kami,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut pengurus Basecamp Garung, Iwan, dari hasil temuan barang, korban dimungkinkan bukan merupakan pendaki. “Tidak ditemukannya barang logistik pendaki di sekitar tubuh korban, baik itu tas maupun lain-lain, ditambah lokasi tersebut juga bukan merupakan jalur pendakian, maka kami duga korban bukan pendaki resmi yang naik lewat basecamp,” jelasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.